BNPB Catat 421 Hektare Karhutla di Enam Provinsi Prioritas Berhasil Dipadamkan

Jum'at, 11 September 2026 14:01 WIB
Personel BNPB saat memadamkan api kebakaran lahan. (Foto: BNPB)
Personel BNPB saat memadamkan api kebakaran lahan. (Foto: BNPB)

RADARBANGSA.COM - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, tim petugas gabungan dalam sehari berhasil memadamkan 421 hektare kawasan hutan dan lahan gambut yang terbakar di enam provinsi prioritas.

Adapun enam provinsi prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhurla) tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (10/9), menyampaikan bahwa capaian tersebut diraih melalui kerja keras tim satuan tugas (satgas) penyiraman darat dan satgas udara yang menjangkau 55 kabupaten/kota di enam provinsi yang terdampak per Rabu (9/9).

"Secara total lahan yang berhasil dipadamkan kemarin seluas 421 hektare lebih. Ini tentu kerja keras dari tim satgas darat maupun satgas udara yang telah bekerja secara luar biasa," katanya dilansir dari antaranews, Jumat (11/9).

Berton merinci pengerahan kekuatan pemadaman diperkuat oleh 43.951 personel satgas darat serta 55 armada udara yang terdiri atas 17 helikopter patroli dan 38 armada helikopter water bombing.

Guna memicu hujan buatan di wilayah terdampak, pemerintah di bawah koordinasi BNPB dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga telah melakukan semai garam melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan total volume mencapai 7.600 kilogram.

Adapun prioritas penanganan saat ini difokuskan di Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan mengingat masih luasnya sebaran titik api, khususnya pada lahan mineral gambut yang berdampingan dengan bandara, akses jalan tol, maupun permukiman masyarakat

"Sesuai arahan Kepala BNPB yang tengah meninjau di Kalimantan, pemadaman dipusatkan pada penguatan personel darat yang dinilai paling efektif memadamkan titik api di kawasan sukar dijangkau dan minim akses air," tuturnya.



Reporter : Yanuar Prasetyo
Redaktur : M. Isa