RADARBANGSA.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Sumatera Utara (Sumut).
Gelombang laut hingga empat meter berpotensi terjadi pada periode 11 hingga 14 September 2026 akibat kondisi angin kencang yang memengaruhi wilayah perairan Sumut.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Dasmian Sulviani, mengatakan gelombang tertinggi berpotensi menerjang sejumlah wilayah perairan Kepulauan Nias.
"Gelombang setinggi empat meter dapat terjadi di perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Batu, dan perairan timur Kepulauan Nias," kata Dasmian Sulviani di Medan, Jumat (11/9/2026).
Menurut dia, kondisi atmosfer di wilayah Sumatera bagian utara (Sumbagut) turut mendukung terbentuknya awan konvektif. Hal itu dipengaruhi belokan angin di wilayah Sumbagut serta suhu muka laut yang relatif hangat di Samudra Hindia bagian barat Sumatera.
Pola angin di wilayah tersebut umumnya bergerak dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan berkisar 10-25 knot.
"Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter juga berpotensi terjadi di perairan barat Sumatra Utara," ujar Dasmian.
BMKG meminta nelayan dan operator kapal memperhatikan kondisi angin serta tinggi gelombang sebelum melaut.
Untuk nelayan yang menggunakan perahu, kewaspadaan perlu ditingkatkan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Sementara itu, kapal tongkang diminta waspada ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dengan tinggi gelombang 1,5 meter.
Adapun bagi kapal feri, BMKG mengimbau kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.
Di sisi lain, Kepala BBMKG Wilayah I Hendro Nugroho menyampaikan kondisi sebaran asap di Sumut masih relatif aman berdasarkan pemantauan terbaru.
Berdasarkan pantauan citra sebaran asap wilayah Sumatera pada 11 September 2026, tidak terdeteksi adanya sebaran asap di wilayah Sumut.
Namun, hasil pemantauan citra sebaran titik panas atau hotspot pada 10 September 2026 menunjukkan terdapat sembilan titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang. Sembilan titik panas tersebut tersebar di Kabupaten Mandailing Natal, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Utara.
Sementara hasil pengamatan dari Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi F.L. Tobing Sibolga, dan Stasiun Meteorologi Aek Godang pada 11 September 2026 hingga pukul 11.00 WIB menunjukkan jarak pandang di wilayah tersebut berkisar 5 hingga 10 kilometer.
Untuk kualitas udara, hasil pemantauan konsentrasi PM2,5 atau partikel sangat kecil di udara di wilayah Sumut masih berada dalam kategori baik.
Dengan kondisi tersebut, BMKG tetap mengingatkan masyarakat pesisir dan pengguna jasa transportasi laut untuk memantau perkembangan cuaca serta informasi peringatan dini sebelum melakukan aktivitas di laut.