RADARBANGSA.COM – Persaingan industri global terus bergerak cepat seiring perkembangan teknologi. Kondisi ini membuat kebutuhan terhadap sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi teknis sekaligus mampu beradaptasi menjadi semakin penting. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) pun terus memperkuat pendidikan vokasi untuk menyiapkan talenta industri yang siap menghadapi perubahan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, SDM kompeten dan berdaya saing global merupakan salah satu fondasi penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
“Visi Indonesia Emas 2045 tidak hanya bisa dicapai dengan pembangunan infrastruktur atau investasi modal, tetapi juga harus ditopang oleh fondasi SDM Indonesia yang unggul, yaitu SDM yang menguasai teknologi, memahami proses industri, dan mampu beradaptasi terhadap perubahan yang cepat,” kata Menperin dalam keterangannya, Jumat (11/9).
Karena itu, lanjut Menperin, pendidikan vokasi industri terus diarahkan agar mampu menghasilkan lulusan dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Tidak hanya menguasai keterampilan teknis, para lulusan juga didorong memiliki kemampuan beradaptasi, berinovasi, serta mampu berkompetisi di tingkat global.
Penguatan tersebut dilakukan Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) dengan menyelenggarakan pendidikan vokasi pada 11 politeknik, dua akademi komunitas, dan sembilan SMK.
Salah satu keunggulan pendidikan vokasi Kemenperin adalah penerapan dual system yang menggabungkan proses pembelajaran di satuan pendidikan dengan pengalaman praktik secara langsung di industri. Pola tersebut dirancang untuk memperkecil jarak antara dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja, sekaligus membentuk lulusan yang lebih siap terjun ke sektor industri.
Upaya tersebut turut membuahkan berbagai prestasi yang diraih mahasiswa dan siswa dari unit pendidikan Kemenperin di tingkat nasional maupun internasional. Capaian itu menjadi gambaran bahwa pendidikan vokasi tidak hanya berorientasi pada keterampilan kerja, tetapi juga mampu melahirkan talenta industri yang berprestasi dan memiliki daya saing di tengah kompetisi global.