Dua Korban MBG Karo Jalani Pemulihan di Jakarta, Gubernur Sumut Minta Publik Setop Komentar Negatif

Minggu, 13 September 2026 20:01 WIB
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberangkatkan dua korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Kabupaten Karo ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Diskominfo Sumut)
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberangkatkan dua korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) asal Kabupaten Karo ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta di Bandara Internasional Kualanamu Deli Serdang, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Diskominfo Sumut)

RADARBANGSA.COM - Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta publik menghentikan komentar negatif terhadap dua siswa asal Kabupaten Karo yang menjadi korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Berastagi.

Bobby menilai pemulihan kedua siswa tidak cukup hanya melalui penanganan medis. Kondisi mental dan psikologis mereka juga perlu mendapat perhatian serius setelah kasus tersebut menjadi sorotan publik.

"Saya minta tolong kepada kita semua. Yang perlu dipulihkan bukan hanya kesehatan medis, tapi juga mentalnya dan juga psikis," kata Bobby setelah mengantarkan kedua korban ke Jakarta melalui Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sabtu, (12/9/2026).

Bobby mengimbau masyarakat, termasuk kalangan media, tidak memberikan tekanan tambahan kepada kedua siswa selama menjalani masa pemulihan.

Pasalnya, berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis, terdapat korban yang mengalami gangguan mental setelah menerima komentar negatif hingga perundungan di media sosial.

"Jangan terlalu `di-blow up` karena hasil pemeriksaan ada empat poin. Poin keempat itu, anak kita ini mentalnya terganggu karena siber bullying, seolah-olah mencari perhatian. Ini mengganggu mental anak-anak kami," jelas Bobby.

Ia mengatakan tim medis juga telah meminta kedua siswa asal Karo tersebut untuk mengurangi aktivitas di media sosial selama menjalani proses pemulihan.

Menurut dia, langkah tersebut diperlukan agar kedua korban dapat lebih fokus menjalani penyembuhan tanpa mendapat tekanan dari luar.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap masyarakat dapat menahan diri dan tidak melontarkan komentar negatif yang berpotensi memperburuk kondisi psikologis kedua siswa.

"Ini demi penyembuhan anak-anak kita, jangan terlalu memberikan tekanan dari luar. Fokus kita adalah membantu mereka pulih," tutur Bobby.

Bobby menjelaskan, keputusan membawa kedua siswa ke Jakarta dilakukan setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta agar keduanya mendapatkan penanganan khusus dan terus dipantau.

Menurut Bobby, dari sisi medis, kondisi kedua siswa sebelumnya telah mendapatkan penanganan dari tim dokter di Kabupaten Karo maupun Sumatera Utara.

Namun, penanganan lanjutan diperlukan karena kondisi psikologis kedua siswa dinilai lebih berat dibandingkan korban lainnya. Kedua siswa tersebut diketahui bernama Febiona Br Purba dan Agnesia Parulina Br Silitonga.

"Wakil Presiden menyampaikan agar ada penanganan langsung dan dimonitor. Ada dua anak yang indikasi medis dan traumanya lebih tinggi daripada teman-temannya, sehingga dibawa ke Jakarta," tutur Bobby.

Bobby menegaskan, saat ini fokus pemerintah adalah memastikan kedua siswa tersebut mendapatkan penanganan terbaik hingga kondisi kesehatan fisik maupun mental mereka benar-benar pulih.



Reporter : Abdul Rahman Wahid
Redaktur : Rahmad Novandri