RADARBANGSA.COM - Dukungan Toserba Sunan Drajat sebagai salah satu sponsor utama Persela Lamongan pada musim 2026/2027 tidak hanya diwujudkan melalui pemasangan merek pada jersey maupun atribut klub.
Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk membangun sinergi ekonomi antara Persela, Toserba Sunan Drajat, dan masyarakat Lamongan.
Direktur Utama Perekonomian Sunan Drajat, Anas Alhifni, mengatakan keterlibatan unit usaha Pondok Pesantren Sunan Drajat sebagai sponsor Persela merupakan bentuk kepedulian terhadap Kabupaten Lamongan. Menurutnya, pesantren dan unit usaha Sunan Drajat memiliki keterikatan kuat dengan masyarakat setempat.
“Pesantren kami ada di Lamongan, unit usaha kami yang terbesar juga ada di Lamongan. Menjadi sponsorship Persela itu salah satu wujud cinta kami kepada Lamongan, sekaligus untuk membangun silaturahmi dan persaudaraan dengan masyarakat Lamongan, LA Mania dan Curva Boys,” kata Anas, Kamis (24/9/2026).
Menurut Anas, kerja sama tersebut memiliki dua sisi, yakni membangun hubungan dengan masyarakat sekaligus membuka peluang bisnis. Dengan basis suporter Persela yang besar, sepak bola dinilai dapat menjadi salah satu media promosi bagi Toserba Sunan Drajat.
Ia menyebut masyarakat Lamongan merupakan salah satu basis pelanggan terbesar Toserba Sunan Drajat. Karena itu, keterlibatan sebagai sponsor Persela diharapkan dapat meningkatkan kunjungan sekaligus memperkenalkan unit usaha pesantren kepada masyarakat secara lebih luas.
“Sepak bola bisa menjadi salah satu media promosi efektif, baik dalam rangka meningkatkan traffic Toserba Sunan Drajat. Customer kami yang terbesar juga masyarakat Lamongan,” ujarnya.
Selain sebagai sarana promosi, Anas mengatakan kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Pondok Pesantren Sunan Drajat sebagai lembaga pendidikan yang memiliki kemandirian ekonomi.
Menurutnya, para santri dapat fokus menjalani pendidikan, sementara pengelolaan unit usaha pesantren dilakukan oleh alumni dan masyarakat umum.
“Sepak bola memiliki suporter yang cukup banyak. Ini juga menjadi sarana promosi pesantren supaya lebih dikenal sebagai pesantren yang sudah mandiri secara ekonomi. Di pesantren kami, santri fokus belajar, sedangkan yang menjadi pengelola usaha adalah alumni dan masyarakat umum,” jelasnya.
Konsep kerja sama tersebut juga akan diperluas dengan melibatkan pelaku UMKM di Lamongan. Toserba Sunan Drajat membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk menjalin kemitraan dan memasarkan produk mereka melalui jaringan usaha tersebut.
“Sekarang kami membuka peluang seluas-luasnya untuk masyarakat Lamongan yang memiliki produk UMKM untuk bermitra dengan Toserba Sunan Drajat. Ini sebagai bentuk pengabdian kami kepada masyarakat Lamongan,” katanya.
Anas juga membuka peluang Toserba Sunan Drajat menjadi salah satu titik penjualan produk yang berkaitan dengan Persela, seperti jersey, pernak-pernik klub hingga tiket pertandingan.
Dengan demikian, aktivitas Persela diharapkan tidak hanya berlangsung di dalam stadion, tetapi juga memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
“Intinya simbiosis mutualisme antara kami, masyarakat dan Persela,” tegas Anas.
Ia menambahkan, dukungan terhadap Persela diharapkan tidak berhenti pada musim kompetisi 2026/2027. Toserba Sunan Drajat berkomitmen untuk terus mendukung klub kebanggaan masyarakat Lamongan tersebut pada musim-musim berikutnya.
“Insya Allah kami akan selalu support Persela dan menjadi salah satu sponsorship setia Persela,” ujarnya.
Di sisi lain, Anas berharap kolaborasi antara pesantren, klub sepak bola, dan masyarakat dapat membawa manfaat sosial yang lebih luas. Ia mengajak Persela, pemain, serta suporter menjadikan sepak bola sebagai sarana mempererat persaudaraan masyarakat Lamongan.
“Jadikan olahraga sebagai ajang silaturahim dan memperkuat persaudaraan masyarakat Lamongan, untuk guyub rukun, sejahtera dunia dan akhirat,” pungkasnya.