Deli Serdang Kembangkan Bawang Merah di Namorambe, Target Panen 13 Ton

Minggu, 27 September 2026 12:01 WIB
Bupati Deli Serdang, Sumatera Utara, Asri Ludin Tambunan, saat melakukan penanaman perdana bawang merah di Kecamatan Namorambe. (Foto: Antara)
Bupati Deli Serdang, Sumatera Utara, Asri Ludin Tambunan, saat melakukan penanaman perdana bawang merah di Kecamatan Namorambe. (Foto: Antara)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang, Sumatera Utara, mulai mengembangkan budidaya bawang merah di Kecamatan Namorambe sebagai upaya meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menambah pilihan komoditas pertanian bagi petani.

Pengembangan tersebut ditandai dengan penanaman dua ton bibit bawang merah di lahan seluas satu hektare. Dari lahan tersebut, pemerintah daerah menargetkan produksi mencapai 10 hingga 13 ton bawang merah pada akhir Desember.

Bupati Deli Serdang Asri Ludin meminta penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian tidak hanya memberikan pendampingan berupa teori, tetapi aktif turun langsung ke lahan untuk memastikan setiap kendala yang dihadapi petani dapat segera ditangani.

"Targetnya akhir Desember harus menghasilkan 10 sampai 13 ton. Saya minta penyuluh dan Dinas Pertanian aktif turun ke lapangan, bukan sekadar memberikan penyuluhan lewat kata-kata atau teori, tapi terjun langsung sehingga bisa melihat masalah yang ditemukan," katanya di Lubuk Pakam, Sabtu (26/9/2026).

Menurutnya, pendampingan perlu dilakukan sejak proses penanaman hingga panen. Dengan demikian, berbagai persoalan teknis yang muncul selama budidaya dapat segera diketahui dan diselesaikan.

Selain pendampingan, Asri juga meminta kebutuhan infrastruktur dasar menuju lahan pertanian menjadi perhatian. Drainase dan parit diminta lebih dahulu dibenahi agar aliran air tetap lancar.

Sementara usulan perbaikan jalan menuju kawasan pertanian akan dikaji oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) sesuai kewenangan perangkat daerah terkait.

Kepala Dinas Pertanian Deli Serdang Elina Sari mengatakan budidaya bawang merah di Namorambe kali ini dilakukan tanpa menggunakan mulsa.

Pola tersebut diterapkan dengan mengacu pada praktik budidaya bawang merah yang selama ini dikembangkan di Brebes, Jawa Tengah.

"Kali ini tidak pakai mulsa. Kita ingin mencontoh Brebes. Mudah-mudahan hasilnya sesuai dengan yang diharapkan," jelasnya.

Untuk mendukung petani, Pemkab Deli Serdang juga memberikan bantuan bibit dan pupuk melalui program tersebut. Selain itu, pemerintah daerah menggunakan dana APBD untuk menyediakan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa traktor roda dua dan cultivator.

Alsintan tersebut nantinya ditempatkan di kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) sehingga dapat dipinjam petani secara gratis untuk mendukung kegiatan pengolahan lahan.

Perwakilan Gapoktan Jati Kesuma Jaya, Permadi, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan bawang merah di wilayah tersebut.

Ia berharap petani juga diberikan kesempatan mengikuti studi tiru ke daerah yang telah berhasil mengembangkan komoditas pertanian serupa.

"Alhamdulillah, bantuannya sudah diterima. Kami harap terus diberikan pengetahuan agar hasil panennya sesuai harapan," katanya.

Pengembangan bawang merah di Namorambe diharapkan tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga membuka peluang bagi petani untuk memiliki komoditas alternatif yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.



Reporter : Abdul Rahman Wahid
Redaktur : Rahmad Novandri