RADARBANGSA.COM - Pemulihan infrastruktur pascabencana banjir di Sumatera Utara terus dikebut. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi jalan serta jembatan nasional setelah penanganan tanggap darurat pada lima klaster koridor jalan nasional rampung 100 persen.
Hingga 25 September 2026, progres fisik pekerjaan rehab-rekon pada lima klaster tersebut rata-rata telah mencapai 44,17 persen. Penanganan dilakukan terhadap sekitar 476 kilometer jalan nasional yang menjadi penghubung sejumlah wilayah di Sumatera Utara.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, pemulihan jalan dan jembatan menjadi bagian penting untuk memastikan konektivitas masyarakat tetap terjaga. Infrastruktur tersebut juga berperan dalam kelancaran distribusi logistik dan pemulihan aktivitas ekonomi setelah bencana.
“Akses jalan dan jembatan adalah kunci utama pergerakan logistik, pelayanan darurat, dan pemulihan ekonomi masyarakat. Karena itu, sejak awal kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Menteri Dody.
Berdasarkan data Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, lima klaster penanganan tersebut meliputi Koridor Tarutung–Sipirok–Padang Sidempuan sepanjang 105 kilometer, Batas Provinsi Aceh–Sibolga dan Rampa–Poriaha sepanjang 129 kilometer, Tarutung–Sibolga sepanjang 60 kilometer, Batangtoru–Singkuang sepanjang 117 kilometer, serta Sibolga–Padang Sidempuan sepanjang 65 kilometer.
Pekerjaan permanen meliputi rehabilitasi dan rekonstruksi badan jalan, jembatan, serta titik-titik yang terdampak longsor akibat bencana. Pada sejumlah lokasi, konstruksi permanen juga dilakukan untuk memperkuat struktur jalan sekaligus meningkatkan keandalan infrastruktur dalam menghadapi kondisi medan dan cuaca ekstrem.
Per 25 September 2026, progres masing-masing klaster menunjukkan perkembangan sesuai kondisi dan tingkat kerusakan di lapangan. Klaster Batas Aceh–Sibolga dan Poriaha–Rampa mencapai 55,61 persen, Tarutung–Sibolga 53,80 persen, Sibolga–Batangtoru–Padang Sidempuan 54,30 persen, sedangkan klaster Tarutung–Sipirok mencapai 25,03 persen.