RADARBANGSA.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo melalui Dinas Pendidikan (Dindik) menggelar Jambore Sekolah Sehat di Sanggraloka Sekar Wilis, Desa Kesugihan, Kecamatan Pulung. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti 430 pelajar dari 74 satuan pendidikan jenjang SMP.
Kepala Dindik Ponorogo Nurhadi Hanuri mengatakan, penerapan konsep sekolah sehat tidak hanya berfokus pada kondisi kesehatan peserta didik, tetapi juga mencakup penciptaan lingkungan sekolah yang mendukung perilaku hidup sehat.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa melalui kebiasaan positif, selain menjalankan fungsi utama dalam mencerdaskan generasi muda.
“Sekolah tidak hanya bertugas mencerdaskan, tetapi juga harus membangun budaya hidup sehat. Akan lahir siswa-siswi berkepribadian disiplin, mandiri, peduli, dan bertanggung jawab,” ujar Nurhadi, sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemkab Ponorogo, Rabu (30/9/2026).
Dalam pelaksanaan jambore, para peserta mengikuti berbagai perlombaan yang menjadi indikator penerapan sekolah sehat. Sejumlah kategori yang dilombakan di antaranya memasak menu sehat, inovasi pengolahan limbah, pilar kesehatan fisik dan aktivitas bergerak, hiking, serta pentas kreasi generasi sehat.
Nurhadi menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi antarpelajar, tetapi juga menjadi wadah pembelajaran dan pertukaran pengalaman antar sekolah dalam menerapkan budaya hidup sehat.
“Di sini anak-anak tidak hanya mengikuti rangkaian perlombaan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekolah lain,” katanya.
Melalui Jambore Sekolah Sehat, Dindik Ponorogo berharap satuan pendidikan semakin aktif memperkuat perilaku hidup sehat di lingkungan sekolah.
Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengembangkan kreativitas, kemandirian, kedisiplinan, serta rasa tanggung jawab para peserta didik.