Puluhan Preman dan Jukir Ilegal Dijaring dalam Operasi di Singaparna Tasikmalaya

Jum'at, 02 Oktober 2026 11:31 WIB
Tim gabungan membawa petugss parkir ilegal dalam operasi gabungan di kawasan Singaparna, Tasikmalaya. (Foto: Humas Polres Tasikmalaya)
Tim gabungan membawa petugss parkir ilegal dalam operasi gabungan di kawasan Singaparna, Tasikmalaya. (Foto: Humas Polres Tasikmalaya)

RADARBANGSA.COM - Puluhan orang yang diduga terlibat praktik premanisme dan menjadi juru parkir ilegal, serta sejumlah orang yang diduga menjual minuman keras (miras), dijaring dalam operasi di kawasan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis.

Operasi tersebut melibatkan personel Polres Tasikmalaya, Polda Jawa Barat, Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya, serta sejumlah dinas lintas sektoral.

Petugas dibagi menjadi beberapa tim untuk menyisir sejumlah lokasi yang dinilai rawan aktivitas premanisme maupun peredaran miras.

Penyisiran dilakukan mulai dari kawasan Alun-alun Singaparna hingga terminal bus, perbatasan Seruni, sampai area pasar di Jalan Gudang.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Jawa Barat yang menugaskan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Polda Jabar untuk meminimalisir keberadaan preman hingga juru parkir ilegal di berbagai daerah.

Kasubsi Penmas Polres Tasikmalaya Aipda Triana Anggasari membenarkan adanya operasi penindakan terhadap praktik premanisme tersebut.

"Kami tadi bekerjasama dengan Polda Jabar dan Satpol PP Kabupaten Tasikmalaya melakukan operasi premanisme tersebar di beberapa titik wilayah Kabupaten Tasikmalaya," ucap Triana, Kamis (1/10/2026).

Dalam operasi itu, petugas juga menemukan dan mengamankan sejumlah minuman keras dari berbagai jenis di beberapa titik.

Selain mengamankan miras, petugas melakukan pendataan terhadap sejumlah orang yang diduga sebagai preman dan juru parkir ilegal untuk selanjutnya dilaporkan kepada pimpinan.

Triana mengatakan, operasi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

"Agenda ini menjadi Kamtibmas di wilayah, supaya gangguan apapun dapat diminimalisir, untuk menciptakan situasi aman bagi masyarakat khususnya Kabupaten Tasikmalaya," katanya.

Operasi serupa diharapkan dapat membantu menekan berbagai bentuk gangguan ketertiban, termasuk praktik premanisme, parkir ilegal, serta peredaran minuman keras yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.



Reporter : Abdul Rahman Wahid
Redaktur : Rahmad Novandri