RADARBANGSA.COM - Bupati Magelang Grengseng Pamuji mendorong agar hasil penelitian perguruan tinggi tidak berhenti sebatas publikasi ilmiah.
Menurutnya, riset perlu dikembangkan menjadi inovasi dan program nyata yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Hal itu disampaikan Grengseng saat menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengabdian Universitas Tidar (Untidar) bersama pemerintah daerah se-Lanskap Kedu di Gedung Rektorat Untidar Kampus Sidotopo Magelang, Kamis (1/10/2026).
Grengseng mengatakan, pembangunan daerah membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan yang kuat. Namun, kebijakan pembangunan juga harus didasarkan pada data yang objektif, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pengetahuan itu bisa menjadi landasan pembangunan. Tetapi kalau tidak didukung data yang kuat, data yang objektif, hasilnya juga nanti akan berbeda,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Pemkab Magelang terus berupaya memperkuat konsolidasi data daerah dengan mengedepankan prinsip dan metode ilmiah. Dalam hal tersebut, perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam membantu penyediaan serta standardisasi data pembangunan.
Menurutnya, hasil riset dan inovasi yang diterapkan di daerah juga harus berjalan selaras dengan regulasi yang berlaku. Pemerintah daerah tidak hanya membutuhkan gagasan baru, tetapi juga memastikan setiap program memiliki dasar hukum yang jelas.
“Pemerintah daerah ini tidak hanya sedang men-challenge sebuah inovasi atau program, tetapi juga harus menyelaraskan dengan regulasi,” katanya.
Karena itu, Pemkab Magelang membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan Untidar, baik dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat, maupun penerapan hasil riset untuk mendukung pembangunan daerah.
Grengseng berharap forum tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan secara konkret.
“Saya berharap forum-forum seperti ini tidak hanya berhenti di awal-awal, tetapi menjadi forum yang merekomendasikan kerja-kerja konkret di masyarakat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Grengseng juga mengapresiasi pengelompokan riset Untidar yang terbagi dalam empat kluster tematik.
Kluster tersebut meliputi heritage yang mencakup kebudayaan dan kebijakan publik; lingkungan yang berkaitan dengan kebencanaan dan pembangunan berkelanjutan; ekonomi hijau yang meliputi halal dan pemberdayaan masyarakat; serta inovasi akademik yang mencakup hukum dan layanan inklusif.
Menurutnya, empat bidang tersebut memiliki keterkaitan dengan kebutuhan pembangunan di Kabupaten Magelang dan kawasan Lanskap Kedu, mulai dari pengembangan pariwisata Borobudur, lingkungan, kebencanaan, UMKM, pertanian, hingga peningkatan layanan masyarakat.
Sementara itu, Rektor Untidar Prof. Dr. Sugiyarto menyampaikan komitmen kampus untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah melalui berbagai program.
Kolaborasi tersebut dapat dilakukan melalui keterlibatan mahasiswa maupun dosen, seperti program KKN tematik, penelitian, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Untuk dosen tentu melalui LPPM, banyak sekali tawaran untuk riset maupun pengembangan pengabdian. Ini akan kita intensifkan untuk lingkup Lanskap Kedu,” ujarnya.
Sugiyarto menjelaskan, Untidar memiliki 19 pusat studi dan layanan yang dapat mendukung berbagai kebutuhan pembangunan daerah. Tema penelitian nantinya akan disesuaikan dengan persoalan yang dihadapi masing-masing pemerintah daerah.
Menurutnya, keberhasilan penelitian tidak hanya diukur dari jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana riset tersebut mampu memberikan manfaat dan perubahan nyata bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah, hasil penelitian diharapkan dapat semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat serta menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan berbasis data dan pengetahuan.