Pemkot Palembang Mulai Ubah 1.100 Ton Sampah Jadi Energi Listrik

Jum'at, 02 Oktober 2026 17:01 WIB
Armada angkutan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palembang mengangkut sampah ke fasilitas PSEL untuk diolah menjadi energi listrik. (Foto: Antara)
Armada angkutan sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Palembang mengangkut sampah ke fasilitas PSEL untuk diolah menjadi energi listrik. (Foto: Antara)

RADARBANGSA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), mulai mengubah sampah menjadi energi listrik melalui fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Keramasan.

Fasilitas yang berada di kawasan Keramasan, Kecamatan Kertapati, itu telah memasuki tahap pengoperasian dan menjalani pembakaran sampah perdana sebagai bagian dari proses commissioning.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan pembakaran perdana menggunakan teknologi stoker moving grate tersebut dilakukan pada 23 September 2026.

"Ada sebanyak 1.100 ton sampah yang dibakar dalam uji coba pembakaran perdana tersebut," katanya di Palembang, Kamis (1/10/2026).

Menurut Dewa, PSEL Keramasan merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditunjuk sebagai salah satu fasilitas percontohan di tingkat nasional.

"PSEL bukan sekedar fasilitas pengolahan sampah. Kehadirannya merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang mampu memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat," katanya.

Dewa menjelaskan, Pemkot Palembang sejak 1 September 2026 melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mulai melakukan suplai sampah ke fasilitas PSEL Keramasan.

Sampah yang sebelumnya diangkut menuju TPA Sukawinatan mulai dialihkan secara bertahap ke PSEL untuk mendukung persiapan pengoperasian fasilitas tersebut.

Selama periode 1-23 September 2026, DLH Kota Palembang mengatur armada dan ritase pengangkutan sekaligus memastikan proses penerimaan, penimbangan, serta pencatatan tonase sampah berjalan dengan baik.

Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan baku sekaligus menguji kesiapan sistem penerimaan sampah di PSEL.

"Pemkot Palembang melakukan berbagai persiapan untuk memastikan ketersediaan bahan baku berupa sampah yang akan diolah di fasilitas PSEL. Sistem suplai sampah dilakukan melalui armada pengangkutan sampah yang selama ini melayani wilayah Kota Palembang. Armada diarahkan untuk mengoptimalkan ritase pengangkutan," kata Dewa.

Setiap kendaraan pengangkut sampah yang masuk ke fasilitas PSEL terlebih dahulu menjalani pemeriksaan dan penimbangan.

Data berat sampah tersebut menjadi dasar pencatatan jumlah sampah yang diterima dan nantinya digunakan untuk mengevaluasi sistem suplai sampah.

Setelah ditimbang, sampah diarahkan menuju area penerimaan dan bunker sampah sebelum dipersiapkan sebagai bahan bakar untuk proses pengolahan menggunakan teknologi stoker moving grate.

"Setelah melalui proses penimbangan, sampah yang diterima selanjutnya diarahkan menuju area penerimaan dan bunker sampah. Sampah kemudian dipersiapkan sebagai bahan bakar untuk proses pengolahan menggunakan teknologi stoker moving grate," katanya menjelaskan.

Rangkaian pengolahan tersebut dirancang untuk mengurangi volume sampah yang selama ini berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), sekaligus memanfaatkan kandungan energi dari sampah untuk menghasilkan energi listrik.

Untuk mendukung proses pengolahan, PSEL Keramasan juga dilengkapi sejumlah sistem pengendalian dan pemantauan emisi.

Fasilitas tersebut antara lain menggunakan semi-dry deacidification, injeksi karbon aktif, bag filter, serta Continuous Emission Monitoring System (CEMS).

Sistem tersebut berfungsi mendukung pengendalian sekaligus pemantauan emisi yang dihasilkan selama proses pengolahan sampah.

Menurut Dewa, seluruh tahapan tersebut merupakan bagian dari proses commissioning untuk memastikan berbagai sistem dan peralatan PSEL dapat berfungsi sesuai dengan rancangan.

Pengoperasian fasilitas dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan aspek keselamatan, keandalan peralatan, pengendalian emisi, serta kesiapan sistem pendukung lainnya.

"Sampah yang selama ini berakhir di TPA secara bertahap diarahkan untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi melalui teknologi PSEL," katanya menegaskan.

Dengan mulai beroperasinya PSEL Keramasan, Pemkot Palembang secara bertahap mengarahkan pengelolaan sampah dari sekadar pembuangan menuju pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.



Reporter : Abdul Rahman Wahid
Redaktur : Rahmad Novandri