RADARBANGSA.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang, Sumatera Barat (Sumbar), bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V melakukan pengerukan dan normalisasi aliran sungai di kawasan Banjir Kanal Kampung Lapai, Siteba, Kecamatan Nanggalo.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi risiko banjir, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang Malvi Hendri mengatakan kondisi aliran sungai perlu dijaga agar mampu mengalirkan air secara optimal.
"Kami berupaya memastikan kondisi sungai tetap terjaga agar dapat mengalirkan air dengan baik dan mengurangi dampak yang mungkin ditimbulkan saat hujan lebat," kata Malvi Hendri di Padang, Jumat (2/10/2026)
Ia menjelaskan, pengerukan sungai tersebut merupakan bagian dari upaya penanganan bencana yang sebelumnya diusulkan Pemkot Padang kepada BWS Sumatera V.
Usulan tersebut kemudian mendapat tindak lanjut sehingga pekerjaan pengerukan dan penanganan aliran sungai dapat dilakukan di lapangan.
"Penanganan ini merupakan usulan Pemkot Padang kepada BWS Sumatera V sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana. Kami bersyukur usulan tersebut mendapat tindak lanjut sehingga pekerjaan di lapangan dapat dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi banjir," ujarnya.
Malvi menyebut pengerjaan pengerukan dan penanganan aliran sungai telah dimulai sejak 14 September 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir November 2026.
Menurut dia, Pemkot Padang juga terus berkoordinasi dengan BWS Sumatera V untuk mengantisipasi potensi banjir di sejumlah titik yang selama ini masuk kategori rawan di Kota Padang.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada BWS Sumatera V atas dukungan dan bantuan penanganan sungai yang dialokasikan untuk Kota Padang.
Dukungan tersebut dinilai penting dalam upaya mengurangi risiko bencana dan memberikan perlindungan lebih baik bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir.
"Kami berharap sinergi dengan BWS Sumatera V dapat terus terjalin dalam menangani persoalan pendangkalan sungai di Kota Padang. Kolaborasi ini menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan perlindungan bagi masyarakat, khususnya yang bermukim di kawasan rawan banjir," kata dia.
Warga Berharap Luapan Sungai Berkurang
Pengerukan sungai juga mendapat sambutan positif dari warga Siteba. Abdul Yadi menilai normalisasi aliran sungai dapat membantu mengurangi risiko dan dampak banjir yang selama ini dirasakan masyarakat sekitar.
Ia berharap pengerukan tidak hanya mengangkat sedimentasi, tetapi juga membuat aliran air menjadi lebih lancar ketika hujan deras terjadi.
"Kami ingin setelah dilakukan pengerukan, aliran air bisa bergerak lebih lancar dan tidak tertahan oleh sedimentasi sehingga ketika curah hujan meningkat, risiko air meluap ke kawasan permukiman dapat ditekan," ujarnya.
Dengan pengerukan tersebut, Pemkot Padang berharap kapasitas aliran sungai dapat lebih optimal sekaligus memperkuat langkah mitigasi banjir di kawasan Kampung Lapai dan titik-titik rawan lainnya.