RADARBANGSA.COM - Kontingen pelajar Jawa Timur kembali meraih gelar juara umum Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) 2026.
Dalam kompetisi penelitian tingkat nasional tersebut, Jatim berhasil membawa pulang sembilan medali sekaligus mempertahankan gelar juara umum selama enam tahun berturut-turut sejak 2021.
Sembilan medali tersebut diraih pelajar jenjang SMP dan SMA. Siswa SMP menyumbangkan dua medali emas dan empat medali perunggu. Sementara siswa SMA meraih tiga medali perak serta satu penghargaan khusus.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, persiapan peserta sebelum kompetisi difokuskan pada pematangan presentasi hasil penelitian dan kesiapan mental. Sebelumnya, para siswa telah menyelesaikan penelitian bersama guru pendamping masing-masing.
“Kita matangkan persiapan selama dua hari. Penelitian mereka sudah dilakukan bersama guru pendamping. Kita tinggal matangkan dari sisi presentasi dan mental siswa,” ujar Aries, Jumat (2/10/2026).
Pembinaan dilakukan melalui pemusatan latihan sebelum perlombaan. Dindik Jatim juga melibatkan sejumlah pakar untuk membantu peserta memahami karakter kompetisi serta mempersiapkan strategi penyampaian hasil penelitian di tingkat nasional.
Aries menjelaskan, Jatim mengirimkan 22 tim dalam OPSI 2026. Sebanyak sembilan tim berasal dari jenjang SMA sederajat dan 13 tim dari jenjang SMP sederajat.
“Alhamdulillah di OPSI kemarin kita diwakili 22 tim, yang terdiri dari sembilan tim dari jenjang SMA sederajat dan 13 dari jenjang SMP sederajat. Dari hasil itu kita berhasil membawa total sembilan medali,” katanya.
Menurut Aries, keberhasilan mempertahankan prestasi tersebut tidak terlepas dari pembiasaan kegiatan penelitian di lingkungan sekolah. Salah satunya melalui Kelompok Ilmiah Remaja yang menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan riset dan mencari solusi atas berbagai persoalan di sekitarnya.
Ia menilai penelitian perlu menjadi bagian dari proses pembelajaran. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman teori, tetapi juga terbiasa mengidentifikasi persoalan, melakukan penelitian, dan merumuskan solusi berdasarkan data.
“Penelitian harus menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah. Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga dilatih menemukan masalah, melakukan penelitian, dan menghasilkan solusi,” tuturnya.
Dalam OPSI 2026, para peserta berkompetisi dalam tiga kelompok bidang, yakni Matematika, Sains, dan Teknologi; Fisika Terapan dan Rekayasa; serta Ilmu Sosial dan Humaniora.
Dindik Jatim mendorong pembinaan penelitian di sekolah terus diperkuat. Upaya tersebut diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, inovasi, serta keterampilan siswa dalam menghasilkan solusi atas berbagai persoalan di masyarakat.