Menko Muhaimin Dorong Pengaruh di Media Sosial Harus Dijadikan Kekuatan Pemberdayaan

Sabtu, 03 Oktober 2026 14:03 WIB
Abdul Muhaimin Iskandar (Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat). (Foto: istimewa)
Abdul Muhaimin Iskandar (Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat). (Foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Abdul Muhaimin Iskandar mengajak para Putri Hijabfluencer Indonesia memanfaatkan pengaruh di media sosial untuk mendorong pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, influencer memiliki kekuatan untuk membangun percakapan, menggerakkan komunitas, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang memberi dampak nyata.

Ia menilai, para influencer tidak hanya memiliki jangkauan luas di media sosial, tetapi juga dapat menjadi kekuatan baru dalam membangun kemandirian masyarakat.

“Para influencer ini menjadi kekuatan baru. Saya sangat berharap kita bisa berkolaborasi dan menjadi bagian integral dari pemberdayaan masyarakat,” ujar Menko Muhaimin saat berdialog dengan Putri Hijabfluencer Indonesia di Kantor Kemenko PM, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Negara memiliki dua kekuatan yang perlu berjalan bersama, yakni pemerintah dan masyarakat. Pemerintah memiliki kebijakan dan anggaran, sementara masyarakat memiliki potensi, kreativitas, jejaring, serta kemampuan untuk menggerakkan perubahan dari bawah.

“Negara ini ada dua kekuatan, satu kekuatan pemerintah dan yang kedua kekuatan masyarakat. Mengandalkan kekuatan masyarakat saja tidak mungkin, mengandalkan kekuatan pemerintah saja juga sudah tidak mungkin. Karena itu jawabannya adalah ruang kolaborasi,” terang Menko Muhaimin.

Lebih lanjut disampaikannya, Indonesia memiliki modal besar untuk membangun masyarakat yang mandiri, mulai dari jumlah penduduk yang besar, kekayaan sumber daya alam, hingga potensi sumber daya manusia. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi tersebut dapat diolah menjadi kekuatan produktif, sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk dari luar negeri.

“Besar saja itu sudah kuat luar biasa karena pasar. Tetapi kita harus menjadi bangsa yang mampu memproduksi, bukan hanya menjadi bangsa pembeli,” tukasnya.

Ia menilai kekuatan media sosial dapat menjadi pengungkit bagi proses tersebut. Konten yang dibuat para influencer dapat digunakan untuk mengenalkan produk lokal, mengangkat potensi daerah, menyebarkan pengetahuan, serta mendorong masyarakat untuk berani berkarya dan mengembangkan usaha.

Karena itu, Menko Muhaimin mendorong para finalis Putri Hijabfluencer Indonesia agar tidak berhenti pada peran sebagai influencer, tetapi berkembang menjadi tokoh dan motor pemberdayaan di tengah masyarakat. Pengaruh yang dimiliki, menurutnya, akan semakin berarti apabila diarahkan untuk memberikan manfaat yang lebih luas.

“Saya berharap para finalis dan para influencer menjadi duta-duta pemberdayaan di masyarakat kita,” tegasnya.



Reporter : Sugito
Redaktur : M. Isa