Malang Sambut PPSN VI 2026: Ribuan Santri Didorong Jadi Duta Antikekerasan

Sabtu, 03 Oktober 2026 18:01 WIB
Ribuan Santri di Malang Digembleng Jadi Duta Antikekerasan di PPSN VI 2026. (Foto: nabiel ba)
Ribuan Santri di Malang Digembleng Jadi Duta Antikekerasan di PPSN VI 2026. (Foto: nabiel ba)

RADARBANGSA.COM - Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama, Basnang Said, menegaskan bahwa pramuka santri memiliki peran strategis sebagai agen perubahan, khususnya dalam mencegah kekerasan dan menjaga lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Basnang saat menjadi Inspektur Upacara Pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) VI Tahun 2026 di Pesantren An-Nur II Bululawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

"Anak-anak pramuka santri adalah duta-duta antikekerasan dan antiperundungan, sekaligus duta-duta generasi santri peduli lingkungan hidup," tegas Basnang di hadapan ribuan peserta, Jumat (2/10/2026).

Basnang menilai pramuka santri sebagai generasi tangguh yang siap menjadi calon pemimpin masa depan.

"Pramuka santri bisa bertahan hidup dan survive dalam kondisi apa pun. Ini bekal penting untuk menghadapi tantangan zaman," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai kepramukaan dan pesantren saling melengkapi. "Nilai-nilai Dasadarma Pramuka satu napas dengan nilai-nilai kepesantrenan. Keduanya sama-sama mengajarkan ketakwaan, cinta alam, kedisiplinan, dan tanggung jawab," lanjutnya.

Secara khusus, Dirjen Pesantren memuji kesiapan lokasi acara. "Keteladanan Indonesia Asri ada di Pondok Pesantren An-Nur II Bululawang, Malang," katanya.

Di akhir amanatnya, ia berpesan agar peserta mengedepankan akhlak mulia.

"Kedepankan akhlakul karimah dan jadilah teladan. Jadilah teladan dalam pencegahan kekerasan, di pesantren, di lingkungan, dan di tengah masyarakat," pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta peserta PPSN VI menjaga keutuhan NKRI.

"Peran tersebut penting karena santri pramuka memiliki bekal pendidikan keagamaan sekaligus nilai-nilai kepramukaan yang menanamkan persaudaraan, gotong royong, kedisiplinan, dan kepedulian terhadap sesama," ungkap Khofifah.

Ketua Panitia PPSN VI, Endi Suhendi, melaporkan bahwa perkemahan ini diikuti 4.524 peserta dan berlangsung pada 30 September hingga 6 Oktober 2026. Acara ini bertujuan membentuk karakter kebangsaan dan menumbuhkan kesadaran ekologis (ekoteologi).

"PPSN bukan sekadar perkemahan. Di sini, santri ditempa untuk mencintai bangsa dan negaranya, sekaligus dibangun kesadarannya untuk menjaga alam sebagai bagian dari pengamalan nilai-nilai agama," pungkas Endi.



Reporter : Nabiel Ba Ramadani
Redaktur : Rahmad Novandri