RADARBANGSA.COM - Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Bangkalan terus dikebut. Proyek strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini diharapkan menjadi angin segar dalam mendongkrak produktivitas serta perekonomian masyarakat pesisir setempat.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim meninjau langsung progres pembangunan KNMP di Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Jumat (2/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Balai Besar Penangkapan Ikan Semarang dan Satgas KNMP Ditjen Perikanan Tangkap KKP guna memastikan proyek berjalan sesuai jadwal dan tepat sasaran.
Lukman menegaskan, KNMP bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bagian dari penguatan ekosistem perikanan tangkap secara menyeluruh. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan berkomitmen penuh mendukung program ini mengingat besarnya potensi perikanan daerah.
“Kami berharap nelayan dapat memanfaatkan berbagai fasilitas KNMP untuk meningkatkan produktivitas dan ekonomi pesisir. Fasilitas penunjang ini harus diimbangi pemanfaatan optimal agar mampu membuka peluang usaha baru bagi warga,” ujar Lukman.
Selain mendongkrak ekonomi, pengembangan sektor ini dirancang untuk menyokong ketahanan pangan nasional, khususnya pemenuhan protein ikan. Hasil tangkapan nelayan tidak hanya diserap pasar umum, tetapi juga disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Lima Desa Jadi Sasaran Modernisasi
Sementara itu, Kepala Balai Besar Penangkapan Ikan KKP Umar Soleh menjelaskan, KNMP merupakan agenda prioritas pemerintah pusat untuk memodernisasi kawasan nelayan. Dari target 1.069 lokasi KNMP nasional di luar Papua pada 2026, Pulau Jawa mendapat alokasi 134 titik—lima di antaranya berlokasi di Kabupaten Bangkalan.
Kelima titik tersebut tersebar di:
* Desa Prancak (Kecamatan Socah)
* Desa Klampis Barat (Kecamatan Klampis)
* Desa Klampis (Kecamatan Klampis)
* Desa Tengket (Kecamatan Arosbaya)
* Desa Tajungan (Kecamatan Kamal)
Infrastruktur terpadu yang dibangun meliputi perbaikan jalan kawasan, tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, sistem penerangan, cold storage, fasilitas docking kapal, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga pabrik es.
Fasilitas dari hulu ke hilir ini ditujukan untuk mempermudah mobilitas nelayan, memperluas jangkauan wilayah tangkap, serta menjaga kualitas hasil laut agar tetap segar.
Seluruh pekerjaan fisik di lima lokasi tersebut ditargetkan rampung pada Desember 2026.
Setelah selesai, proyek akan memasuki masa pemeliharaan selama enam bulan sebelum diserahterimakan secara resmi kepada Pemkab Bangkalan.