RADARBANGSA.COM - Kejuaraan Pacuan Kuda Piala Paku Alam 2026 resmi digelar di Lapangan Pacuan Kuda Sultan Agung, Bantul, Minggu (14/6/2026).
Ajang ini merupakan seri kedua Indonesia’s Horse Racing (IHR) King’s Cup Series 2026 sekaligus kolaborasi perdana antara Sarga.co, PP PORDASI, dan Kadipaten Pakualaman.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, hadir membuka kegiatan dan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Menurutnya, Piala Paku Alam tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana pelestarian budaya yang mampu memberikan dampak positif bagi sektor ekonomi kreatif dan pariwisata daerah.
“Atas nama Pemda DIY, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menghadirkan agenda ini dengan penuh kesungguhan. Piala Paku Alam bukan sekadar kompetisi pacuan kuda, tetapi juga ruang yang mempertemukan sportivitas, tradisi, ekonomi kreatif, pariwisata, dan kehormatan budaya,” ujar KGPAA Paku Alam X.
Ia menambahkan, olahraga pacuan kuda sarat dengan nilai-nilai seperti keberanian, kedisiplinan, ketepatan, dan kemampuan mengambil keputusan secara cepat. Karena itu, ajang ini diharapkan dapat terus berkembang menjadi ikon sport tourism unggulan di Yogyakarta.
“Semoga kegiatan ini mampu melahirkan ekosistem pacuan kuda yang semakin profesional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” imbuhnya.
Persaingan ketat langsung tersaji sejak race awal. Pada kelas 1.000 meter yang menjadi salah satu laga pembuka, kuda betina berusia tiga tahun asal Kalimantan Selatan, P. Putri Lembayung, berhasil keluar sebagai juara. Kuda milik Sheila Putri Mahardika yang ditunggangi joki Salman Farid tersebut tampil dominan hingga garis finis tanpa menggunakan cambuk.
Posisi kedua diraih Falling in Love asal DKI Jakarta milik Suwandi yang dikendarai Agung Saidil Adha, sementara posisi ketiga ditempati Bless Virginia asal Jawa Timur milik Sheila Putri Mahardika dengan joki Risky Rorimpandey.
Ketua Harian PP PORDASI, M. Chaidir Saddak, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas olahraga berkuda nasional. Salah satu langkah yang tengah dilakukan adalah menjalin kerja sama internasional guna memperkuat kompetensi para pelaku pacuan kuda di Indonesia.
“Dalam beberapa hari terakhir, tim dari Prancis telah datang untuk mengamati lintasan pacuan kita. Harapannya, ke depan Indonesia dapat mengirimkan joki, pelatih, ofisial, hingga dokter hewan ke Prancis guna meningkatkan kualitas pacuan kuda nasional, sekaligus membuka peluang penyelenggaraan pacuan internasional di Indonesia,” ujar M. Chaidir Saddak.
Sementara itu, CEO Sarga.co, Nugdha Achadie, menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari KGPAA Paku Alam X, GPH Harimurti, serta keluarga besar Kadipaten Pakualaman terhadap penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Menurutnya, IHR Piala Paku Alam 2026 dikemas sebagai tontonan olahraga yang inklusif agar dapat dinikmati berbagai kalangan, baik komunitas pacuan kuda maupun masyarakat umum.
Dalam kesempatan tersebut, KGPAA Paku Alam X menyerahkan piala kepada M. Chaidir Saddak, yang kemudian diteruskan kepada Nugdha Achadie sebagai simbol sinergi antara pemerintah, federasi olahraga, dan penyelenggara dalam mengembangkan olahraga berkuda di Indonesia.
Kejuaraan tahun ini diikuti 155 ekor kuda dari 10 provinsi, yakni Sumatra Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Utara. Seluruh peserta bersaing dalam 18 race dengan total hadiah mencapai Rp600 juta.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi kerajaan, panitia juga menyediakan trofi bergilir untuk race utama kelas terbuka jarak 2.000 meter. Trofi tersebut dapat dimiliki secara permanen oleh kuda yang mampu menjuarai kelas utama sebanyak tiga kali berturut-turut.