Hari Santri dan Pentingnya Asuransi: Refleksi atas Musibah Al-Khoziny

Rabu, 22 Oktober 2025 08:35 WIB
Fitri Raya (dokumentasi pribadi)
Fitri Raya (dokumentasi pribadi)

Oleh : Fitri Raya (Dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten)

 

RADARBANGSA.COM - Santri merupakan aset berharga bangsa. Dari pesantren, lahir para pemimpin, ulama, dan intelektual yang berperan penting dalam membangun masyarakat. Namun, di tengah kontribusi besar tersebut, para santri masih menghadapi keterbatasan dalam hal layanan kesehatan, perlindungan sosial, dan jaminan pendidikan berkelanjutan. Karena itu, perlu adanya skema asuransi khusus bagi santri yang dapat diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah dan sektor swasta.

Sesungguhnya, nilai-nilai dasar asuransi sudah hidup di lingkungan pesantren. Banyak pesantren yang menerapkan sistem “tabungan santri” atau “dana sosial bersama” untuk membantu teman yang sakit atau tertimpa musibah. Nilai ta’awun (tolong-menolong) dan takaful (saling menjamin) yang melekat dalam kehidupan pesantren menjadi pondasi kuat untuk pengembangan skema asuransi berbasis syariah.

Peran Negara yang Diharapkan

Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa para santri mendapatkan perlindungan sosial setara dengan warga negara lainnya, terutama dalam dua aspek penting.

Pertama, asuransi kesehatan. Pemerintah harus memastikan seluruh santri menjadi peserta aktif BPJS Kesehatan. Tidak sedikit santri yang kesulitan mengakses layanan medis karena keterbatasan biaya. Oleh karena itu, jaminan kesehatan bagi santri harus menjadi prioritas.

Kedua, asuransi pendidikan. Santri dan alumninya perlu dukungan agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Program asuransi pendidikan berbasis beasiswa dapat menjadi strategi jangka panjang yang berkelanjutan. Namun, tanggung jawab ini tidak sepenuhnya bisa dibebankan pada negara.

Sektor asuransi syariah dapat turut berperan dengan menciptakan produk perlindungan yang terjangkau bagi santri, seperti asuransi mikro, tabungan pendidikan, atau asuransi kecelakaan. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan perusahaan asuransi akan membentuk sistem perlindungan sosial yang kokoh di lingkungan pesantren.

Belajar dari Praktik Global

Beberapa negara telah menerapkan sistem perlindungan pendidikan yang dapat menjadi inspirasi bagi Indonesia:

  • Korea Selatan: Masyarakat menabung dalam bentuk asuransi pendidikan sejak anak lahir, yang dananya dapat digunakan saat anak memasuki jenjang sekolah atau kuliah.
  • Malaysia: Melalui Skim Takaful Pendidikan, tabungan dan perlindungan disalurkan dengan prinsip syariah untuk menjamin pendidikan anak.
  • Jepang: Program Gakko Hoken mengintegrasikan asuransi kesehatan dan kecelakaan bagi siswa di tingkat sekolah.
  • Amerika Serikat: Memiliki 529 College Savings Plan, yaitu program tabungan pendidikan dengan insentifpajak, yang bisa dikombinasikan dengan asuransi jiwa.

Mengapa Asuransi Santri Mendesak

Perlindungan bagi santri sejatinya adalah investasi bagi masa depan bangsa. Negara harus mengambil langkah konkret untuk menghadirkan kebijakan asuransi santri yang inklusif, sementara perusahaan asuransi syariah berinovasi menciptakan produk yang sesuai kebutuhan pesantren. Dengan begitu, pesantren tidak hanya menjadi pusat pembelajaran agama, tetapi juga contoh nyata ekosistem perlindungan sosial yang adil dan modern.

Musibah yang menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, menjadi peringatan bahwa para santri sangat rentan terhadap risiko kecelakaan dan bencana. Kejadian ini mempertegas bahwa asuransi bagi santri bukan lagi konsep ideal, melainkan kebutuhan mendesak.

Tanpa perlindungan asuransi, beban biaya pengobatan, pemulihan, dan pendidikan pasca musibah akan menjadi tanggungan berat bagi keluarga dan pihak pesantren. Apabila negara hadir dengan memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi santri serta memperluas akses ke asuransi kecelakaan dan pendidikan, maka dampak finansial akibat musibah dapat ditekan.

Di sisi lain, asuransi syariah juga dapat memberikan kontribusi melalui produk perlindungan dengan premi ringan namun manfaat signifikan, seperti asuransi mikro untuk santri.

Praktik di berbagai negara menunjukkan bahwa integrasi sistem asuransi dengan dunia pendidikan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan berdaya tahan. Pesantren pun bisa menjadi simbol perlindungan sosial yang berkeadilan.

Momentum Hari Santri 2025 harus menjadi pengingat bersama bahwa perlindungan terhadap santri adalah tanggung jawab bersama bukan hanya moral, tetapi juga strategi pembangunan bangsa. Dengan adanya asuransi yang inklusif, para santri akan terlindungi ketika musibah terjadi, seperti di Pondok Pesantren Al Khoziny, dan tetap dapat melanjutkan pendidikan dengan penuh semangat untuk menatap masa depan yang lebih baik.



Reporter : Redaksi
Redaktur : Redaksi