RADARBANGSA.COM - Apple kembali memimpin pasar smartphone global sepanjang 2025 di tengah pertumbuhan industri yang relatif moderat. Laporan terbaru dari Counterpoint Research (13/1/26), mencatat pengiriman smartphone dunia hanya tumbuh 2 persen secara tahunan (year on year/YoY), namun Apple tetap menjadi merek dengan pangsa pasar terbesar secara global.
Kinerja Apple ditopang oleh permintaan yang solid terhadap lini iPhone terbaru, terutama di segmen premium. Ekosistem perangkat dan layanan yang terintegrasi, serta loyalitas pengguna yang kuat, menjadi faktor utama yang menjaga posisi Apple tetap unggul meski kondisi ekonomi global masih penuh tantangan.
Di posisi kedua, Samsung terus membayangi Apple dengan pangsa pasar yang tidak terpaut jauh. Produsen asal Korea Selatan ini mengandalkan portofolio produk yang luas, mulai dari smartphone kelas entry-level hingga flagship, untuk mempertahankan volume pengiriman di berbagai kawasan.
Sementara itu, Xiaomi menempati peringkat ketiga pasar smartphone global pada 2025. Xiaomi masih kuat di pasar negara berkembang berkat strategi harga kompetitif dan fokus pada segmen menengah, meskipun persaingan di kelas ini semakin ketat.
Posisi keempat ditempati oleh vivo, yang mencatat kinerja stabil sepanjang 2025. Merek ini terus memperkuat pangsa pasarnya melalui inovasi kamera, desain, serta penetrasi agresif di Asia, termasuk China dan Asia Tenggara.
Di luar empat besar tersebut, Counterpoint Research mencatat persaingan pasar smartphone semakin terfragmentasi, dengan sejumlah merek lain berupaya memperkuat posisi di segmen tertentu. Kondisi ini membuat kompetisi tidak hanya soal volume pengiriman, tetapi juga diferensiasi teknologi dan strategi pasar.
Meski pertumbuhan pasar smartphone pada 2025 tergolong terbatas, Counterpoint menilai tren ini menunjukkan ketahanan industri di tengah tekanan global. Namun, lembaga riset tersebut juga mengingatkan potensi perlambatan pada 2026 seiring risiko kenaikan biaya produksi dan tantangan rantai pasok.
Dengan hasil tersebut, Apple menegaskan kembali dominasinya sebagai pemimpin pasar smartphone dunia, sementara Samsung, Xiaomi, dan vivo terus bersaing ketat dalam perebutan pangsa pasar global di tengah dinamika industri yang semakin kompetitif.