Menkomdigi Sebut Indonesia Bangun AI Factory Terbesar ASEAN sebagai Langkah Besar

Senin, 10 Agustus 2026 10:01 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid sambut baik peluncuran Zakore untuk pembangunan AI Factory terbesar di ASEAN. (Foto: Komdigi)
Menkomdigi Meutya Hafid sambut baik peluncuran Zakore untuk pembangunan AI Factory terbesar di ASEAN. (Foto: Komdigi)

RADARBANGSA.COM - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyambut baik peluncuran Zankore by Indosat, inisiatif kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison, Ooredoo Group, Nokia, dan NVIDIA untuk membangun AI Factory terbesar di Asia Tenggara di Indonesia.

Infrastruktur komputasi kecerdasan artifisial (AI) tersebut diproyeksikan memiliki kapasitas hingga 1 gigawatt (GW) dalam tiga tahun dan menjadi fondasi pengembangan layanan AI bagi Indonesia maupun kawasan.

Meutya mengapresiasi komitmen investasi yang diumumkan President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha, Group Chief Executive Officer Ooredoo Group Aziz Aluthman Fakhroo, President and CEO Nokia Justin Hotard, serta Senior Vice President of Telecom NVIDIA Ronnie Vasishta.

Menurutnya, kolaborasi empat perusahaan teknologi global tersebut menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan dunia terhadap prospek ekonomi digital Indonesia.

“Pemerintah menyambut baik komitmen empat perusahaan teknologi global untuk membangun AI Factory di Indonesia. Investasi ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan dunia terhadap masa depan ekonomi digital Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi teknologi bernilai tinggi,” kata Meutya dikutip dari laman resmi, Senin (10/8/2026).

AI Factory merupakan infrastruktur komputasi berkapasitas besar yang menyediakan daya pemrosesan untuk mengembangkan dan mengoperasikan berbagai layanan kecerdasan artifisial.

Berbeda dengan pusat data konvensional, AI Factory mengintegrasikan seluruh rantai nilai AI dalam satu ekosistem, mulai dari infrastruktur data center yang siap mendukung komputasi AI, GPU berperforma tinggi, jaringan dan sistem penyimpanan data, hingga layanan GPU-as-a-Service, orkestrasi, pengelolaan beban kerja (workload management), serta operasional AI secara end-to-end.

Menurut Meutya, rencana pembangunan AI Factory telah melalui proses yang panjang dan mendapat dukungan pemerintah sejak awal.

“Rencana ini telah digagas sejak awal dan disampaikan dua tahun lalu kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Kini seluruh proses telah mencapai tahap final sehingga dapat diumumkan kepada publik,” ujarnya.



Reporter : Sugito
Redaktur : M. Isa