BI: Defisit Transaksi Berjalan di Triwulan I Lebih Rendah 1,5%

| Rabu, 15/04/2020 11:36 WIB
BI: Defisit Transaksi Berjalan di Triwulan I Lebih Rendah 1,5% Bank Indonesia. (Foto: inewsid)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Pandemi Covid-19 yang meluas ke penjuru dunia menimbulkan gelombang perkonomian yang hebat. Pertumbuhan ekonomi negara maju seperti Amerika Serikat dan banyak negara di kawasan Eropa diprakirakan mengalami kontraksi pada tahun 2020, meskipun berbagai kebijakan ultra-akomodatif dari kebijakan fiskal dan moneter telah ditempuh.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan di Triwulan I-2020 akan lebih rendah dari 1,5% PDB. Meskipun ekspor menurun sejalan dengan penurunan permintaan dan harga komoditas dunia, neraca perdagangan juga diprakirakan membaik.

Menurutnya hal tersebut dipengaruhi oleh penurunan impor domestik yang lebih tinggi serta menurunnya permintaan domestik dan berkurangnya kebutuhan input produksi untuk kegiatan ekspor.

Defisit neraca jasa juga diprakirakan lebih rendah, didorong oleh penurunan devisa untuk biaya transportasi impor serta penurunan devisa pariwisata yang tidak setinggi yang diprakirakan.

Sementara itu defisit neraca pendapatan primer pun diprediksi menurun sejalan dengan berkurangnya penurunan kepemilikan asing pada instrumen keuangan domestik.

Secara keseluruhan, ementara itu, aliran modal asing diprakirakan akan berangsur-angsur kembali masuk ke Indonesia sejalan dengan meredanya kepanikan pasar keuangan global  dan membaiknya ekonomi domestik.

Secara keseluruhan prospek NPI 2020 yang tetap baik dapat memperkuat ketahanan sektor eksternal Indonesia. Posisi cadangan devisa yang menurun pada akhir Maret 2020 juga diprakirakan akan meningkat pada akhir April 2020.

Tags : Covid-19 , Defisit Transaksi Berjalan , BI