Tips Agar Anak Tetap Belajar di Rumah Saat Pandemi

| Minggu, 03/05/2020 15:36 WIB
Tips Agar Anak Tetap Belajar di Rumah Saat Pandemi Ilustrasi (Foto: Kapsul Kecerdasan)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Pandemi Virus Corona (COVID-19) telah mengubah kehidupan keluarga di seluruh dunia. Penutupan sekolah, bekerja dari jarak jauh, PSBB telah banyak mengubah aktivitas sebuah keluarga.

Kepala sekaligus Direktur Pendidikan dan Asosiasi UNICEF, Robert Jenkins menawarkan lima tips untuk membantu menjaga pendidikan anak-anak saat mereka tinggal di rumah.

Pertama, Rencanakan rutinitas bersama.

Cobalah untuk membangun rutinitas sesuai dengan usia anak anda yang dapat diikuti secara online, di televisi atau melalui radio. Juga, waktu untuk bermain dan waktu untuk membaca. Gunakan kegiatan sehari-hari sebagai kesempatan belajar untuk anak-anak anda dan jangan lupa untuk membuat rencana ini bersama jika memungkinkan.

Walaupun menetapkan rutinitas sangat penting bagi anak-anak dan remaja, pada masa-masa ini anak-anak akan memerlukan tingkat fleksibilitas. Jika anak anda tampak gelisah ketika anda mencoba mengikuti program pembelajaran online bersama mereka, beralihlah ke opsi lain yang lebih aktif. Jangan lupa bahwa merencanakan dan melakukan tugas rumah bersama sangat bagus untuk pengembangan fungsi motorik. Cobalah sesuaikan dengan kebutuhan mereka

Kedua, Miliki percakapan terbuka.

Dorong anak-anak anda untuk bertanya dan mengungkapkan perasaan mereka kepada anda.  Ingatlah bahwa anak Anda mungkin memiliki reaksi yang berbeda terhadap stres, jadi bersabarlah dan pengertian.  Mulailah dengan mengundang anak Anda untuk membicarakan masalah ini. Cari tahu berapa banyak yang sudah mereka ketahui dan ikuti jejak mereka.

Diskusikan praktik kebersihan yang baik. Anda dapat menggunakan momen sehari-hari untuk memperkuat pentingnya hal-hal seperti mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh. Pastikan Anda berada di lingkungan yang aman dan biarkan anak Anda berbicara dengan bebas.  Menggambar, cerita dan kegiatan lainnya dapat membantu membuka diskusi.

Pastikan agar anak - anak anda dapat mengakui perasaan mereka dan meyakinkan mereka bahwa wajar untuk merasa takut tentang hal-hal tertentu. Tunjukkan bahwa Anda mendengarkan dengan memberi mereka perhatian penuh, dan pastikan mereka mengerti bahwa mereka dapat berbicara dengan anda dan guru mereka kapan pun mereka mau. Peringatkan mereka tentang berita palsu dan dorong mereka - dan ingatkan diri anda - untuk menggunakan sumber informasi tepercaya.

Ketiga, Luangkan waktu anda.

Mulailah dengan sesi belajar yang lebih singkat. Jika tujuannya sekitar 30 atau 45 menit, mulailah dengan 10 menit terlebih dahulu. Dalam satu sesi, kombinasikan waktu untuk latihan online dan offline.

Keempat, Lindungi anak-anak secara online.

Platform digital memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk terus belajar, ikut bermain dan tetap berhubungan dengan teman-teman mereka. Tetapi peningkatan akses online membawa risiko tinggi bagi keselamatan, perlindungan, dan privasi anak-anak. Diskusikan internet dengan anak-anak Anda sehingga mereka tahu cara kerjanya, apa yang perlu mereka ketahui, dan seperti apa perilaku yang sesuai pada platform yang mereka gunakan, seperti panggilan video.

Buat aturan bersama tentang bagaimana, kapan dan di mana internet dapat digunakan. Aturlah kontrol orangtua pada smartphone mereka untuk mengurangi risiko negatif, terutama untuk anak-anak yang lebih kecil. Identifikasi perangkat online dan aplikasi yang cocok digunakan untuk anak anda.

Jangan lupa bahwa anak-anak atau remaja tidak perlu membagikan foto diri mereka atau informasi pribadi lainnya untuk mengakses pembelajaran digital.

Kelima, Tetap terhubung dengan fasilitas pendidikan anak-anak anda.

Cari tahu cara tetap berhubungan dengan guru atau sekolah anak-anak Anda untuk tetap mendapat informasi, mengajukan pertanyaan, dan mendapatkan panduan lebih lanjut. Perkumpulan orang tua atau perkumpulan masyarakat juga dapat menjadi cara yang baik untuk saling mendukung pendidikan anak anda.

Tags : Belajar , Rumah , Anak , Pandemi