Menjawab Pertanyaan Anak Tentang Apakah Semua Agama Itu Benar?

| Selasa, 04/01/2022 16:13 WIB
Menjawab Pertanyaan Anak Tentang Apakah Semua Agama Itu Benar? Ketika anak bertanya tentang agama (foto:istimewa)

RADARBANGSA.COM - Indonesia merupakan negara multikultur yang memiliki agama dan kepercayaan yang beragam pula. Tentunya toleransi antar agama dan budaya harus kita tanamkan di diri anak kita sejak dini, untuk menghargai satu sama lain. 

Lantas, jika anak kita bertanya kepada kita, apakah semua baik atau mana agama yang lebih baik, sebaiknya dijawab dengan penuh toleransi dan kebijakan. Prof Quraish Shihab pernah menuliskan tentang agama yang baik jika anak kita bertanya, melalui bukunya yang berjudul "menjawab Pertanyaan Anak Tentang Islam, berikut ini:

“Jika ada yang menghidangkan kepadamu bermacam-macam minuman, katakanlah teh, kopis, susu, cokelat, perasan jeruk, atau apa saja, dan mempersilakan kamu memilih salah satunya, maka tentu yang kamu pilih adalah yang terbaik menurut pendapatmu. Bisa jadi ada yang memilih susu, yang lain lagi memilih perasan jeruk, masing-masing menganggap pilihannya yang terbaik. Demikian juga dengan pilihan menyangkut agama,” (Quraish Shihab, Menjawab Pertanyaan Anak tentang Islam, [Tangsel, Lentera Hati: 2014 M], halaman 162-163).

Tentunya semua agama tidak ada yang mengarahkan pada keburukan, namun, lebih baik atau tidaknya agama tergantung pada keyakinan dan anutannya masing-masing. Mereka yang memilih agama Islam tentu meyakini bahwa agama Islam lebih bagi dari agama lain seperti Yahudi, Kristen, Hindu, Buddha, atau Konghucu (dan keyakinan lainnya).

Sedangkan mereka yang memeluk agama Yahudi pasti merasa bahwa ajaran Yahudi lebih baik dari ajaran agama lainnya. Hal yang sama juga dirasakan oleh pemeluk agama selain Islam dan Yahudi. Mereka meyakini pilihannya sebagai agama terbaik.

Umat Islam sendiri sangat yakin bahwa agama pilihannya adalah agama yag terbaik. Merujuk pandangan pada Surat Ali Imran ayat 19.

اِنَّ الدِّيْنَ عِنْدَ اللّٰهِ الْاِسْلَامُ

Artinya, “Sungguh, agama di sisi Allah ialah Islam,” (Surat Al-Maidah ayat 19).

Begitu pula umat agama lain, mereka berpandangan bahwa agama mereka yang terbaik tentu dengan berbagai dalil dan argumentasi yang diajukan.

Yang perlu kita tekankan adalah mengenai toleransi, kita hanya butuh hidup rukun dan saling menghargai agama dan keyakinan orang lain agar tercipta perdamaian. Selain itu, pengukuran baik dan buruk agama lain dari kacamata agama masing-masing yag memiliki pijakan berbeda tidak perlu dibudayakan.

“Jadi kita tidak perlu bertengkar atau mencaci keyakinan atau agama lain sebagaimana selera kita yang berbeda dalam memilih teh, kopi, perasan jeruk, air jahe, susu, cokelat, atau air putih dingin. Kita cukup hidup berdampingan dan kerja sama dalam urusan sosial tanpa perlu merendahkan selera minuman orang lain,” kata seorang ibu kepada anaknya yang bertanya soal pilihan agama.

 

 

Tags : Toleransi , Agama , Anak