Haul Gus Dur Obat Rindu kepada Bapaknya Orang Tionghoa

| Minggu, 16/12/2018 23:18 WIB
Haul Gus Dur Obat Rindu kepada Bapaknya Orang Tionghoa Wasekjen DPP PKB Daniel Johan bersama Gus Dur (doc. Daniel Johan)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM- Sembilan tahun lalu, tepatnya pada tanggal 30 Desember 2009, Indonesia bedua, Guru Bangsa KH. Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur meninggal dunia pada usia 69 tahun.

Presiden ke-4 RI itu, lahir dengan nama Abdurrahman Ad-dakhil tutup usia pada pukul 18.45 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangkusumo, Jakarta.

Bagi Wasekjen Sekjen DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mengatakan, melalui haul ke-9 kali ini adalah upaya menghadirkan spirit perjuangan Gus Dur. Bahkan ia mengaku kangen dengan sosok yang disebut sebagai bapaknya masyarakat Tionghoa.

"Gus Dur mengangkat kembali harkat dan martabat orang Tionghoa. Bukan hanya etnis Tionghoa saja, namun etnis-etnis lainnya yang tertindas juga selalu dibela oleh Gus Dur, jadi tidak heran Gus Dur diangkat sebagai `Bapaknya orang Tionghoa`," demikian pernyataan Daniel yang terima radarbangsa.com, Minggu, 16 Desember 2018.

Daniel Johan beranggapan dalam situasi Indonesia saat ini, sosok Gus Dur dengan segala humanismenya perlu dihadirkan. Gus Dur merupakan guru bangsa yang mengajarkan bagaimana menghargai dan mencintai kemanusiaan.

"Gus Dur adalah seorang humanis dan nasionalis yang begitu mencintai rakyatnya tanpa membeda-bedakan agama, suku, dan latar belakangnya. Gus Dur membuat keislaman menjadi begitu indah dan dicintai, bahkan oleh umat lain," ungkapnya.

PKB salah satu warisan Gus Dur, kata Daniel sebagai partai politik telah mengajari arti penting mewujudkan nasionalisme dan kemanusiaan yang berkeadilan sosial. Ia pun bercerita Gus Dur sebagai kiai NU membela dan mengankat derajat etnis Tionghoa.

Karena itu, Daniel mengatakan, PKB sudah bertahun-tahun mengajukan kepada pemerintah agar Gus Dur dijadikan pahlawan nasional namun untuk tahun ini Gus Dur belum mendapat kehormatan itu.

"Harapan kami tahun depan Gus Dur benar-benar dianugerahkan sebagai pahlawan nasional, meskipun sekarang ini rakyat sudah menganggap Gus Dur sebagai Bapak Bangsa Indonesia," ujarnya

Tags : Haul Gus Dur , PKB , Daniel Johan