Luluk Nur Hamidah Dampingi Menteri LHK Kunjungi Karanganyar

| Minggu, 12/07/2020 20:24 WIB
Luluk Nur Hamidah Dampingi Menteri LHK Kunjungi Karanganyar Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKB Luluk Nur Hamidah mendampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya berkunjung ke Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (11/7). (Foto: istimewa)

KARANGANYAR, RADARBANGSA.COM - Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luluk Nur Hamidah bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar meninjau tiga lokasi di Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu, 11 Juli 2020. Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Bangunan Dam Penahan dengan Program Konservasi Tanah dan Air (KTA) di Desa Plumbon Tawangmangu.

Luluk menyampaikan, bangunan Dam tersebut akan di bangun di beberapa titik di Karanganyar. Ia berharap bangunan ini mampu menahan erosi tanah saat arus air deras.

"Bangunan Dam ini harus bisa mengatasi lahan-lahan yang kritis, karena bangunan ini akan menahan sedimen aliran air permukaan," kata Luluk.

Selanjutnya, kunjungan diteruskan ke Sakura Lawu Park. Menteri Siti dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung program RHL dengan program menanam pohon. Bahkan, Siti meminta Dirjen PDAHSL untuk menambah jumlah bibit tanaman dalam rangka menyelamatkan kawasan hutan dan menjaga sumber air di lokasi tersebut.

Sementara itu, Luluk menegaskan bahwa kawasan hutan harus dikelola dengan baik. "Karena jika dikelola secara produktif akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan.  Program-program yang terkait dengan konservasi hutan akan saya dukung sepenuhnya," ujar Legislator dapil Jawa Tengah IV itu.

Kunjungan diakhiri dengan meninjau wilayah Grojogan Sewu. Luluk berpesan agar wisatawan mematuhi prosedur kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran covid-19. “Wisatawan harus selalu pakai masker dan Pengelola harus selalu menyediakan tempat cuci tangan dan sabun ditiap tempat strategis dan ramai pengunjung,” ucapnya.

Tags : Luluk Nur Hamidah , Menteri LHK , Karanganyar , PKB