Garda Bangsa: Terima Kasih Gus Im

| Sabtu, 01/08/2020 19:28 WIB
Garda Bangsa: Terima Kasih Gus Im Sejumlah pengurus dan kader Garda Bangsa turut melayat dan memberi penghormatan terakhir kepada KH. Hasyim Wahid atau Gus Im (foto istimewa)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Tepat subuh awal bulan kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu, 1 Agustus 2020, KH. Hasyim Wahid atau masyhur disapa dengan Gus Im, dipanggil oleh Sang Maha Kuasa.

Ketua Umum DKN Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Garda Bangsa), Tommy Kurniawan mengaku sangat kehilangan Gus Im. Gus Im diketahui merupakan salah satu pendiri Garda Bangsa yang kini dipimpin Tomkur.

Putra bungsu pahlawan nasional KH. Wahid Hasyim itu juga dikenal sebagai salah satu mentor utama para aktivis gerakan di masa reformasi, terutama aktivis yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama.

“Beliau tidak hanya mementori para aktivis yang ada di Ibu Kota namun juga tak jarang turun langsung ke daerah-daerah. Terutama menjelang reformasi 98,” kata Tomkur di sela melayat ke rumah duka.

Meskipun "anak didiknya" banyak muncul dan dikenal luas sebagai para pemimpin negeri ini, Gus Im tidak terlalu menyukai publisitas. Menurut Tomkur, banyak kalangan yang menyatakan bahwa kecerdasan Gus Im dan Gus Dur 11-12, sebuah pengakuan bahwa kecerdasan beliau tidak beda jauh dengan kakaknya itu.

Bedanya Gus Dur seringkali tampil di panggung utama, Gus Im lebih senang mengisi otak para pemuda yang kelak akan tampil dipanggung pemikiran dan kepemimpinan.

"Walaupun secara pribadi saya tidak dididik langsung oleh beliau, namun spirit yang diwariskan dalam tubuh Garda Bangsa sangatlah terasa. Spirit dan pemikiran itu akan kami teruskan supaya Garda Bangsa semakin jaya. Terima kasih Gus Im,” ujar Tomkur.

Sementara itu Sekjen DKN Garda Bangsa, M Rodli Kaelani, menceritakan bahwa pasca PKB didirikan, Gus Im memanggil para aktivis senior yang kemudian menjadi para tokoh awal Garda Bangsa seperti Arvin Hakim Thoha, Suwadi D Pranoto, Eman Hermawan dkk.

Tujuannya, lanjut pria yang karib disapa Odie, agar segera membuat sayap politik PKB khusus untuk kaum muda namun juga tidak lupa untuk tetap mendorong percepatan pemilu.

"Pertimbangan Gus Im agar agregasi politik anak-anak muda NU bisa cepat dan dinamis. Mengimbangi gerakan Gus Dur dan para kiai", tutur mantan Ketua Umum PB PMII ini.

Setelah disemayamkan di rumah duka di Ciganjur, Gus Im rencananya akan dimakamkan di Kompleks Pemakaman keluarga Pesantren Denanyar Jombang, Jawa Timur malam ini. Jenazah dibawa dengan menempuh perjalanan darat.

Tags : Garda Bangsa , Tommy Kurniawan , Gus Im