BNSP Tinjau Uji Kompetensi LSP RHN di Kempinski Sambut Geliat Pariwisata dan Perhotelan

| Kamis, 03/09/2020 14:35 WIB
BNSP Tinjau Uji Kompetensi LSP RHN di Kempinski Sambut Geliat Pariwisata dan Perhotelan  Anggota BNSP, Muhammad Zubair memberikan sambutan di sela uji kompetensi bidang Pariwisata dan Perhotelan yang digelar LSP RHN di Hotel Kempenski Jakarta (foto Radarbangsa)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Pandemi Covid-19 memang benar-benar meluluh-lantakkan industri pariwisata Indonesia. Lebih dari sejuta pekerja di sektor pariwisata terkena dampaknya. Bisnis penginapan, transportasi dan restoran pun terdampak.

Tapi saat ini, industri pariwisata dan perhotelan mulai menggeliat kembali. Pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) disambut baik tak hanya oleh pelaku usaha. Masyarakat luas pun senang, meski penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan dalam era normal bari saat ini.

Melihat potensi pariwisata dan perhotelan di atas, Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Rajawali Hospitality Nusantara (RHN) menggelar Pelaksanaan Uji Kompetensi bagi 300 lebih peserta yang diselenggarakan oleh di Hotel Kempinski Jakarta, Kamis, 3 September 2020.

Acara itu dihadiri dan ditinjau langsung oleh Anggota Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Muhammad Zubair, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Krishandi, serta General Manager Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Sjefke Jansen.

Zubair dalam sambutannya menyatakan, uji kompetensi bidang pariwisata dan perhotelan itu adalah bagian dari Program Pelaksanaan Sertifikasi Kompetensi Kerja (PSKK) BNSP yang bertujuan untuk mempercepat pengakuan industri dan sektor terhadap tenaga kerja bersertifikat kompetensi, sekaligus memfasilitasi calon tenaga kerja/tenaga kerja untuk mendapatkan sertifikat kompetensi.

Menurut Zubair, uji kompetensi bagi setiap calon tenaga kerja maupun tenaga kerja sangat penting dilakukan. Sertifikat kompeten yang disandang mereka, lanjut Zubair, merupakan sebuah pengakuan dari negara, sehingga peluang kerja mereka menjadi lebih terbuka dan luas.

“Uji itu penting bagi bapak ibu sekalian bahwa dengan sertifikasi ini berarti sudah ada pengakuan dari negara. Oleh karena itu LSP dan juga asesor harus memperhatikan betul setiap langkah uji kompetensi yang diikuti masing-masing peserta uji,” kata Zubair.

Sementara itu, Krishandi mengaku bangga dengan semangat sleuruh peserta uji kompetensi. Tak lain karena mereka tetap semangat kendati di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum usai.

“Saya bangga dengan adik-adik dan seluruh peserta yang ikut ujian ini. Ini masih ada Covid, tapi semangat kalian sangat membanggakan,” kata Krishadi disambut gemuruh tepuk tangan peserta.

Antusiasme peserta uji kompetensi pun mendapat sambutan positif dari Sjefke Jansen. Sjefke menyatakan, pihaknya mendukung penuh kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan SDM Indonesia yang berdaya saing, terutama di bidang pariwisata dan perhotelan.

“Saya mendukung uji kompetensi ini untuk menjadi SDM yang unggul. Dan kita bersama juga tahu bahwa Presiden Jokowi dalam lima tahun ini mencanangkan pembangunan SDM unggul dan berdaya saing,” tutur Sjefke.

Untuk diketahui, uji kompetensi yang digawangi oleh LSP Rajawali Hospitality Nusantara ini digelar dengan menerapkan protokol kesehatan. LSP RHN juga menggandeng sejumlah asesor ternama yang siap menguji seluruh peserta sesuai bidang masing-masing. Seluruh materi uji kompetensi sudah disesuaikan dengan Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sekaligus Wonderful Indonesia Digital Tourism (WIDT) 4.0.

Tags : BNSP , Sertifikasi Kompetensi , Pariwisata , Perhotelan