Gus Halim: Jawa Timur Jadi Provinsi Bebas Desa Tertinggal

| Kamis, 30/12/2021 13:34 WIB
Gus Halim: Jawa Timur Jadi Provinsi Bebas Desa Tertinggal Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar (foto: kemendesagoid)

RADARBANGSA.COM - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar atau Gus Halim mengungkapkan, Jawa Timur menjadi daerah dengan pencapaian tertinggi sebagai provinsi bebas desa tertinggal dan sangat tertinggal.

“Jumlah desa tertinggal dan sangat tertinggal berhasil dientaskan hingga nol. Selain itu jumlah desa mandiri meningkat secara signifikan,” kata Gus Halim di Surabaya, Rabu 29 Desember 2021.

Atas keberhasilan tersebut, Gus Halim memberikan apresiasi setinggi-tingga kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, “Ini merupakan keberhasilan yang patut kita apresiasi luar biasa,” ujarnya.

Apresiasi tersebut berupa penghargaan percepatan pembangunan desa tahun 2021 kepada Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Batu, dan 29 Bupati se-Jawa Timur.

Gus Halim berharap capaian tinggi dari Jawa Timur ini tidak membuat puas diri. Keberhasilan Jawa Timur mengentaskan desa tertinggal dan sangat tertinggal harus diiringi dengan peningkatan kesejahteraan warga desa.

“Hal lain yang harus kita kerjakan bersama-sama adalah pengembangan BUMDesa karena pemulihan ekonomi nasional level desa efektif dilakukan, mendorong BUMDesa agar dapat ekspor dan mengembangkan potensi lokal seperti pariwisata,” katanya.

Gus Halim secara khusus memuji program program rancangan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendukung peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) seperti Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa), Penguatan Permodalan BUMDesa (Paman Desa), serta program Desa Berdaya. Selain itu juga ada program Desa Berdaya KIP (Kreatif, Inovatif dan Produktif) yang oleh gubernur dijadikan penghargaan kepada desa-desa yang mampu mempertahankan status desa mandiri.

“Ada pun di Jawa Timur sudah terdapat 548 desa yang dijangkau dengan total anggaran kurang lebih Rp48 miliar,” katanya.

Secara umum, Gus Halim mengungkapkan berdasarkan Data Indeks Desa Membangun, Desa tertinggal dan sangat tertinggal mengalami penurunan drastis hingga tahun 2021. Pada tahun 2016 terdapat 33.592 Desa tertinggal dan 13.453 Desa sangat tertinggal di Indonesia. “Tapi  tahun ini jumlah desa tertinggal berkurang sebesar 20,956 desa sehingga berjumlah 12.636 Desa tertinggal dan desa sangat tertinggal mengalami penurunan 8,123 desa, menjadi 5.330 Desa sangat tertinggal,” katanya.

Sementara itu, lanjut Gus Halim, desa mandiri mengalami peningkatan menjadi 3.269 desa, desa maju mencapai 15.321 desa dan desa berkembang alami peningkatan signifikan hingga 38.082 desa. Padahal pada tahun 2016 jumlah desa mandiri baru berjumlah 174 desa, desa maju berjumlah 3.608 dan desa berkembang 22.882 desa.

Tags : Gus Menteri , Gus Halim