Kecam Serangan di Nduga, Ketum PKB: Kekerasan Tak Bisa Dibenarkan!

| Senin, 18/07/2022 18:04 WIB
Kecam Serangan di Nduga, Ketum PKB: Kekerasan Tak Bisa Dibenarkan! Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin (foto: radarbangsa/Bang AL)

RADARBANGSA.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar menyampaikan duka cita mendalam terhadap seluruh korban serangan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua.

Ia juga mengutuk serangan yang mengakibatkan sepuluh warga sipil meninggal dunia dan dua warga lainnya dalam kondisi kritis disebut Cak Imin. Menurutnya aksi brutal KKB tak bisa dibiarkan begitu saja, karena itu ia mendorong aparat untuk mengusutnya dengan tuntas.

"Saya sangat berduka cita yang mendalam terhadap saudara-saudara kita yang menjadi korban serangan di Nduga. Kekerasan dengan dalih tidak bisa dibenarkan, apalagi sampai menghilangkan banyak nyawa," kata Cak Imin, Senin, 18 Juli 2022.

"Atas nama keluarga besar PKB, saya mengutuk serta mengecam keras aksi serangan KKB yang mengakibatkan warga sipil, saudara-saudara kita meninggal dunia dan mengalami luka serius," imbuh Cak Imin.

Wakil Ketua DPR RI bidang Korkesra ini menyatakan, gangguan keamanan yang kerap terjadi di Papua memerlukan langlah antisipatif yang ekstra dari aparat keamanan. Sebab dampaknya tidak hanya pada keamanan warga, tapi juga pada psikologis mereka yang akan terus dihantui ketakutan.

"Memang ini harus ekstra antisipasinya, karena dikhawatirkan akan menyerang warga secara psikologis, warga merasa tidak aman dan terancam keselamatannya dari serangan KKB yang mungkin akan terjadi kembali di masa depan," terang Cak Imin.

Oleh karena itu, Cak Imin mendorong Kepolisian dan TNI untuk menangkap seluruh anggota KKB yang terlibat dalam insiden tersebut guna mempertanggungjawabkan seluruh kejahatannya, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Ia juga meminta aparat keamanan untuk meningkatkan keamanan di wilayah tersebut dan wilayah lain yang merupakan obyek vital atau pemukiman warga, guna mengantisipasi adanya serangan susulan lainnya yang mengancam keselamatan warga.

"Pemerintah pusat, pemerintah daerah Papua, dan aparat keamanan harus satu komando, kita semua harus bersatu (menghentikan aksi kekerasan di Papua) dan mencari terbosan dalam mengatasi masalah gangguan keamanan di Papua," ujarnya.

"Pemerintah harus serius menangani masalah kekerasan di Papua sebelum ada korban jiwa lainnya baik dari masyarakat sipil maupun aparat yang bertugas di sana," tukas Cak Imin.

Tags : Gus Muhaimin , PKB