Perekonomian Indonesia Stagnan di Angka 5 Persen Selama 4 Tahun

| Selasa, 14/01/2020 18:15 WIB
Perekonomian Indonesia Stagnan di Angka 5 Persen Selama 4 Tahun Pertumbuhan Perekonomian Indonesia Stagnan di Angka 5 Persen Selama Empat Tahun Berturut-turut

JAKARTA, RADARBANGSA.COM  - Di tahun 2020, risiko ketidakpastian masih akan mewarnai perkembangan perekonomian Indonesia begitu pula perekonomian dunia.  Harga komoditas ekspor juga dipredikisi cenderung menurun diantaranya batu bara dan minyak kelapa sawit, hal ini diiringi dengan permintaan dunia ke produk yang lain.

Pada tahun 2019 tercatat pertumbuhan perkonomian Indonesia berada pada kisaran 5 persen. Pemerintah menilai bahwa pertumbuhan ini cukup baik mengingat sentimen perang dagang AS dan China serta kondisi Geopolitik di Timur Tengah masih belum dapat diprediksi.

Hal yang menarik adalah petumbuhan perekenomian Indonesia stagnan berrada di angka 5 persen selama empat tahun berturut – turut. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) mencatat selepas krisis ekonomi 1998, Pertumbuhan Ekonomi berada pada Kisaran 5,0 persen.

“Dengan tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut, sulit bagi Indonesia untuk dapat naik kelas menjadi negara yang berpendapatan tinggi,” Sebagaimana yang tertulis pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Periode 2020 – 2024.

Menurut Tim Peneliti Bappenas, stagnannya pertumbuhan ekonomi utamanya disebabkan oleh tingkat produktivitas yang rendah seiring belum optimalnya transformasi struktural. Hasil diagnosis terhadap pertumbuhan ekonomi ketiga menemukan bahwa faktor yang menjadi kendala utama yang mengikat pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah regulasi yang tidak mendukung penciptaan dan pengembangan bisnis, bahkan cenderung membatasi, serta kualitas institusi yang rendah.

Disisi lain faktor yang mempengaruhi adalah kualitas sumber daya manusia (SDM) yang masih rendah untuk ekonomi jangka menengah-panjang. Jika tidak diatasi saat ini tentu akan menghalangi Indonesia untuk bersaing di era digital dan sulit untuk beralih ke manufaktur berteknologi tinggi. Rendahnya penerimaan perpajakan dan kualitas belanja juga sangat mempengaruhi, selain itu pengadaan infrastruktur masih harus ditingkatkan, terutama konektivitas antar wilayah.

Meskipun dengan banyaknya kendala ini, Bank Indonesia tetap optimis bahwa perekonomian Indonesia di tahun 2020 akan tumbuh di angka 5,1 hingga 5,5 persen, hal ini lantaran AS dan China telah mendekati kesepakatan dagang pada Bulan Januari ini.

“Perundingan dagang AS-China yang sudah mendekati kesepakatan ini bisa menurunkan risiko di pasar keuangan global sehingga dapat mendorong keberlanjutan aliran modal masuk ke negara-negara berkembang, termasuk salah satunya Indonesia, hal ini tentu dapat mendorong perekonomian negara” Ujar Perry di Jakarta.

Tags : Ekonomi , Stagnan