Harga Saham Bank Lesu Pasca OJK Pangkas Pertumbuhan Kredit Perbankan

| Selasa, 21/09/2021 13:56 WIB
Harga Saham Bank Lesu Pasca OJK Pangkas Pertumbuhan Kredit Perbankan Ilustrasi. Indeks Harga Saham Gabunga (IHSG) hari ini dibuka menguat (Doc: 99)

RADARBANGSA.COM - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan kredit pada 8 September 2021 lalu. Pasca pengumuman itu, harga saham bank - bank besar mayoritas mengalami pelemahan.

Mengutip data Ipotnews pada Selasa, harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melemah dari 6.250 pada 8 September 2021 menjadi 5.950 pada siang ini atau melemah -4,80%. Selanjutnya harga saham

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah dari 3.730 menjadi 3.550 atau melemah -4,83%.

Kemudian harga saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah dari 5.325 menjadi 5.075 atau melemah -4,69%. Lalu, harga saham PT CIMB Niaga Tbk (BNGA) melemah dari 1.000 menjadi 970 atau melorot -3,00%.

Hanya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang harga sahamnya masih menguat tipis, dari 32.200 menjadi 32.475 atau menguat -0,85%.

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, perlambatan pertumbuhan kredit menjadi salah satu alasan saham-saham perbankan belum bisa menguat.

“Faktor perlambatan tersebut terjadi karena kasus Covid yang masih tinggi, terutama pada saat bulan-bulan puncak kenaikan rata-rata kasus baru harian," kata Sukarno seperti dikutip, Selasa 21 September 2021..

"Baru ada beberapa sektor yang kreditnya tumbuh seperti sektor batubara dan konstruksi, yang artinya secara tidak langsung ada peluang kepada sektor perbankan akan berdampak positif ke depannya," imbuhnya.

Selain faktor fundamental, faktor teknikal juga menjadi salah satu alasan ditengah masih minim sentimen positif.

“Ini membuat pelaku pasar melakukan penjualan yang jangka pendeknya beberapa saham bank seperti BMRI, BBNI, BNGA dan memang menurun," ujar Sukarno. 

Sebagai informasi, OJK memproyeksi kredit perbankan pada tahun 2021 akan tumbuh sekitar 4%-4,5%. Ini karena dampak dari pembatasan kegiatan masyarakat di tengah meningkatnya varian Delta pada kuartal III 2021. 

Sebelumnya, regulator industri jasa keuangan ini memprediksi kredit bakal tumbuh 6% plus minus 1 hingga akhir tahun. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak Juli 2021 lalu berdampak pada proyeksi pertumbuhan kredit sampai akhir tahun ini. 

 

 

Tags : BBRI , BBNI , Saham Perbankan

Berita Terkait