Harlah ke-69, Fatayat NU Gelar Tasyakuran

| Rabu, 24/04/2019 21:19 WIB
Harlah ke-69, Fatayat NU Gelar Tasyakuran Tasyakuran harlah Fatayat NU ke-69, Rabu (24/4). (Foto: NU Online)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Fatayat Nahdlatul Ulama mengadakan tasyakuran dalam rangka memperingati hari lahirnya yang ke-69 di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Rabu, 24 April 2019. Kegiatan ini mengusung tema "Perempuan Indonesia Bersatu untuk Keadilan Indonesia dan Perdamaian".

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Umum Fatayat NU periode tahun 2000-2005 dan 2005-2010, Maria Ulfah Anshor, Ketua 1 PP Muslimat NU Sri Mulyati, Persatuan Gereja Indonesia (PGI), Kongres Wanita Indonesia (Kowani), Komunitas Wanita Hindu Darma Indonesia (WHDI) Ahmadiyah, Kopri PB PMII, dan PP IPPNU.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Anggia Ermarini mengatakan bahwa harlah ini menjadi momentum Fatayat NU untuk merefleksikan kembali peran yang telah dilakukan selama ini untuk perempuan dan anak-anak.

Menurutnya, Indonesia masih mempunyai banyak persoalan terkait isu perempuan dan anak. Untuk menanggulanginya, ia menilai Fatayat tidak mampu berjalan sendirian, kecuali bersama-sama dengan elemen lain, terutama kelompok perempuan yang lain.

"Maka momentum ini kita coba untuk melihat kembali apa yang coba dilakukan fatayat NU dan mana yang perlu lagi dilakukan Fatayat NU," kata Anggia.

Pada kesempatan tersebut, ia mengingatkan seluruh anggota Fatayat NU dari semua tingkatan untuk selalu bersinergi agar gerakannya dapat dirasakan masyarakat banyak.

Ia mencontohkan partisipasi Fatayat NU dalam mensukseskan pemilihan umum 2019. Menurutnya, dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih, Fatayat NU mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Ia menyebut gerakannya sebagai `Gerakan Ronda Pemilu`.

"Jadi setiap warga Fatayat untuk bisa datang ke masyarakat, untuk mengoprak-oprak, mengajak untuk datang ke TPS, dan itu sudah berjalan," pungkasnya.

Tags : Fatayat NU , Harlah 69