Gus Muhaimin ke Madrid Demi Masa Depan Jutaan Petani dan Nelayan

| Selasa, 03/12/2019 09:39 WIB
Gus Muhaimin ke Madrid Demi Masa Depan Jutaan Petani dan Nelayan Gus Muhaimin foto bersama Ketua Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (APIK Indonesia Network) Mahawan Karuniasa di arena COP25 di Madrid (foto Twitter @cakiminow)

MADRID, RADARBANGSA.COM - Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus Muhaimin menjelaskan maksud kehadirannya di Konferensi Perubahan Iklim (COP25) di Madrid, Spanyol untuk mendorong dunia bersama-sama menjaga lingkungan agar tetap lestari.

Menurut Gus Muhaimin, perubahan iklim bukan hanya berdampak terhadap miliaran nasib penduduk dunia, tapi secara nyata juga berdampak langsung terhadap jutaan nasib petani dan nelayan di Indonesia.

"Stabilitas kesediaan pangan dunia akan menjadi ancaman serius,” ungkap Gus Muhaimin, Senin 2 Desember 2019.

Kehadiran Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini selain aktif dalam sejumlah agenda panel, juga akan membuka pavilion Indonesia. Di pavilion inilah Gus Muhaimin bakal aktif melobi dan memperjuangkan gagasan peduli lingkungan ala PKB.

”Kelestarian bumi dan alam menjadi salah satu rekomendasi penting Muktamar PKB, bukan karena warna PKB hijau tetapi karena perubahan iklim sangat berdampak terhadap nasib petani dan produksi pangan yang menentukan hidup manusia,” tegas Gus Muhaimin.

Dalam kesempatan COP 25, Gus Muhaimin akan berusaha sekuat tenaga berdiplomasi dengan parlemen-parlemen Eropa dan lainnya yang hadir.

Hal itu agar Indonesia mendapat atensi penuh dari dunia bahwa peran Indonesia tidak diragukan lagi soal komitmen menjaga bumi dari perubahan iklim.

Gus Muhaimin menyebut salah satu komoditas strategis Indonesia sebagai wujud dalam mendukung energi ramah lingkungan adalah minyak sawit yang dimanfaatkan dalam biofuel.

Selama ini sawit mendapat tekanan terus dari negara Eropa, Gus Muhaimin sebelumnya telah menyampaikan kepada petinggi parlemen Eropa bahwa tuduhan terhadap deforestasi akibat sawit salah besar.

"Justru sawit mampu menyerap karbondioksida sangat baik, dan energi yang dihasilkan adalah energi ramah lingkungan/green energy yang menjadi sumber pengganti energi fosil yang semakin menipis," pungkas Gus Muhaimin.

Tags : Gus Muhaimin , PKB , COP25 , Nelayan , Petani