RDP dengan SKK Migas, Ratna Juwita Kritisi PNBP Minyak Bumi Turun Drastis

| Kamis, 16/01/2020 19:46 WIB
RDP dengan SKK Migas, Ratna Juwita Kritisi PNBP Minyak Bumi Turun Drastis Ratna Juwita Sari (Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKB). (Foto: istimewa)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Komisi VII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan SKK Migas, Kamis, 16 Januari 2020 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja tahun 2019 dan persiapan pelaksanaan program kerja tahun 2020.

Baca Juga: Ratna Juwita Sayangkan Reklamasi di Lahan Pascatambang Tak Optimal

Pada kesempatan itu, Poilitis Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ratna Juwita Sari mempertanyakan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang menurun drastis. Ratna juga meminta SKK Migas untuk mengevaluasi penerapan EOR (Enhanced Oil Recovery).

Terkait impor minyak, Legislator dapil jatim IX (Kabupaten Tuban dan Bojonegoro) itu meminta SKK Migas lebih kolaboratif dalam membuat kebijakan stop impor minyak. Menurutnya, saat ini Indonesia masih impor minyak seperti crude oil.

"SKK Migas harus berpikir kolaboratif tatkala membuat kebijakan untuk stop impor minyak. Sampai hari ini kita masih impor Crude Oil," kata Ratna.

Baca Juga: Ratna Juwita: RUU Perubahan Iklim Bentuk Komitmen PKB Melayani Umat

Dia juga meminta SKK Migas mengevaluasi penggunaan bahan bakar B20. Disampaikannya, penggunaan bahan bakar B20 mengurangi performa alat transportasi.

"Saya meminta SKK Migas tetap melakukan evaluasi terhadap bahan bakar B20 yang dalam beberapa kasus telah mengurangi performa alat transportasi," tuturnya.

Tags : SKK Migas , DPR RI , PKB , Ratna Juwita