Era Kebiasaan Baru, Pemerintah Dorong Penggunaan Alat Pembayaran Digital

| Selasa, 11/08/2020 06:30 WIB
Era Kebiasaan Baru, Pemerintah Dorong Penggunaan Alat Pembayaran Digital  Ilustrasi penggunaan alat pembayaran digital (foto kemenparekrafgoid)

DENPASAR, RADARBANGSA.COM - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mendukung upaya sosialisasi dan penerapan alat pembayaran digital sebagai bagian dari adaptasi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif terhadap perkembangan teknologi dan juga adaptasi kebiasaan baru. 

Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan, penerapan alat pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi salah satu solusi untuk membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam mendukung tatanan kehidupan era baru. 

QRIS merupakan alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman serta dapat diaplikasikan di semua sektor. QRIS yang diluncurkan Bank Indonesia (BI), mendukung faktor clean, health, safety and environment sustainability (CHSE) yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi. 

“Industri Pariwisata di Bali sudah siap memberikan pelayanan transaksi digital yang sesuai dengan protokol kesehatan, yaitu dengan adanya QRIS," ujar Giri dalam acara "Digitalisasi Wisata dan UMKM Kabupaten Bangli Berbasis QRIS BPD Bali", Minggu, 9 Agustus 2020.

Penerapan protokol kesehatan menjadi salah satu kunci dalam upaya membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Terutama di Bali yang merupakan destinasi favorit wisatawan nusantara tapi juga mancanegara. 

Kemenparekraf sebelumnya telah meluncurkan buku panduan penerapan protokol kesehatan untuk berbagai sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Termasuk kampanye nasional “InDonesia Care” sebagai simbol dari seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif juga masyarakat. 

"Kami mengapresiasi betul soal ini. Mari kita bersama-sama mensinergikan program untuk kemajuan kita bersama di Bali. Semoga kepercayaan wisatawan terus meningkat di era adaptasi kebiasaan baru ini," kata Giri. 

Tags : Kebiasaan Baru , Ekonomi , Kemenparekraf