Jokowi Is A Great Politician, Gus Muhaimin: Makin Hebat Kalau Jalankan Politik Kesejahteraan

| Selasa, 26/10/2021 08:14 WIB
Jokowi Is A Great Politician, Gus Muhaimin: Makin Hebat Kalau Jalankan Politik Kesejahteraan Ketua Umum DPP PKB Abdul Muhaimin Iskandar saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo (foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Kepemimpinan Presiden Joko Widodo dinilai sejumlah kalangan sukses menjadikan Indonesia terlepas dari ragam ancaman yang menerpa, mulai dari disintegrasi, perpecahan, hingga pandemi Covid-19. Satu di antara tokoh yang memuji keberhasilan Jokowi adalah Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar.

Menurut Gus Muhaimin, Jokowi adalah a great politician atau politisi sukses karena berhasil meredam gejolak Indonesia yang tak luput dari berbagai macam ancaman dalam kurun waktu 7 tahun terakhir, terutama ancaman pandemi yang mulai masuk Indonesia pada awal 2020 lalu.

“Pak Jokowi misalnya berhasil meredam keadaan menjadi stabil, entah karena pandemi entah karena kebijakan politik yang sangat tepat. Bahkan boleh dikatakan pak Jokowi saat ini adalah a great politician, politisi yang dahsyat mengelola kekuatan-kekuatan politik yang ada. Sehingga ancaman-ancaman disintegrasi, perpecahan, konflik bisa diatasi,” kata Gus Muhaimin saat menghadiri bedah buku Politik Kesejahteraan yang digelar Lembaga Administrasi Negara (LAN), Senin, 25 Oktober 2021.

Meski Jokowi disebut sukses, Gus Muhaimin menekankan seluruh kebijakan politik yang digaungkan eks Gubernur DKI Jakarta tersebut tetap perlu dikawal agar tepat sasaran. “A great politician ini berhasil sehingga kita perlu mengawal langkah berikutnya agar kebijakan ini tepat. Makanya kemudian pak Jokowi harus menindak paket-paket jangka pendek yang tidak mengatasi keadaan sulit ini,” tutur Gus Muhaimin.

Di sisi lain, Gus Muhaimin menyebut politik kesejahteraan harus menjadi parameter tunggal untuk mengukur apakah sebuah kebijakan yang dilahirkan telah meletakkan pembenaran etis dalam seluruh proses dan implementasinya. Dia lantas membeberkan 4 langkah fundamental mewujudkan visi politik kesejahteraan.

Pertama, dalam jangka pendek maupun panjang, negara harus menjadikan sistem jaminan sosial dalam arti yang sesungguhnya. Di tengah masa pandemi, program-program semacam perlindungan sosial tampaknya bisa menjadi solusi alternatif dalam menekan dampak pandemi. APBN harus mampu menjadi akselerasi pemulihan dan transformasi ekonomi pasca pendemi.

Kedua, komitmen politik kesejahteraan harus dimulai dengan pemenuhan hak dasar warga negara melalui pembangunan berbasis sumber daya produktif perekonomian sebagai penopang sistem jaminan sosial. Ketiga, politik kesejahteraan harus selalu berpijak pada asas bahwa pertumbuhan ekonomi berserta hasil-hasil pembangunan yang dilahirkan harus berorientasi pada pemerataan ekonomi yang berkeadilan.

“Lalu keempat, menciptakan pemerintahan yang kuat dan responsif terhadap persoalan-persoalan publik. Langkah ini bisa dimulai dengan penciptaan inovasi-inovasi pelayanan publik di seluruh altar birokrasi negara,” tukas Gus Muhaimin.

Empat kebijakan politik kesejahteraan di atas disebut Gus Muhaimin harus berani dilakukan pula oleh Jokowi. Menurutnya evaluasi total atas pola-pola pembangunan yang selama ini berlangsung untuk kembali merumuskan orientasi baru arah pembangunan tidak boleh diabaikan, sebaliknya harus segera disikapi demi masa depan yang lebih baik.

“Jadi pak Jokowi akan semakin hebat jika melakukan empat kebijakan politik kesejahteraan. Bagaimana mengevaluasi total pola-pola pembangunan yang selama ini berlangsung dan merumuskan orientasi baru arah pembangunan,” tukas Gus Muhaimin.

Bedah buku karya Gus Muhaimin itu dihadiri oleh Deputi Bidang Kajian Kebijakan dan Inovasi, Triwidodo Wahyu Utomo, JPT Madya dan Pratama di lingkungan LAN RI, Narasumber antara lain Gun Gun Heryanto dan Gabriel Lele, Direktur dan Wakil Direktur STIA LAN Jakarta, Bandung dan Makassar, serta ratusan mahasiswa.

Tags : Gus Muhaimin , Jokowi