Gus Muhaimin: Hentikan Kekerasan pada Perempuan dan Anak

| Minggu, 22/01/2023 14:51 WIB
Gus Muhaimin: Hentikan Kekerasan pada Perempuan dan Anak Inisiator Gerakan Peduli Anak dan Perempuan, Gus Muhaimin menandatangani petisi perlindungan anak dan perempuan di depan Museum NU, Jl Gayungsari Menanggal, Gayungan, Kota Surabaya, Minggu (22/1). (Foto: istimewa)

RADARBANGSA.COM - Sekelompok masyarakat berkumpul dan menandatangani petisi pelindungan anak dan perempuan di depan Museum NU, Jl. Gayungsari Menanggal, Gayungan, Kota Surabaya, Minggu, 22 Januari 2023. Inisiator Gerakan Peduli Anak dan Perempuan Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan pihaknya menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

"Hari ini kita semua berkumpul dalam satu tekad melawan kekerasan pada perempuan dan anak. Kita menyaksikan banyak peristiwa kekerasan baik kepada perempuan maupun anak, ini semua tidak boleh diteruskan, hentikan kekerasan pada perempuan dan anak," kata Gus Muhaimin, sapaan akrabnya. 

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengingatkan seluruh warga bangsa bahwa Indonesia saat ini sedang menghadapi gejolak kekerasan pada perempuan dan anak yang marak terjadi belakangan ini. Sehingga ia mengajak masyarakat untuk tidak berdiam diri, melainkan melawan setiap aksi kekerasan itu.

"Kita tidak boleh diam saja, kita tidak boleh menganggap biasa-biasa saja, ini keadaan sudah luar biasa dan kita harus melawan dan menyiapkan kekuatan," tutur Gus Muhaimin. 

Wakil Ketua DPR RI itu pun mengurai tiga langkah penting mengantisipasi kekerasan. Pertama, ia mengajak warga bangsa bersama sama mengukuhkan dan menyosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya kekerasan pada perempuan dan anak. 

"Hari ini kita lalui, kita mulai dan kita jalankan agar semua melek dan sadar akan haknya, agar semua mengerti akan kewajibannya, agar seluruh rakyat Indonesia adalah kekuatan anti kekerasan," ujarnya. 

Kedua, Gus Muhaimin memohon aparat penegak hukum untuk mengambil langkah langkah represif bagi setiap pelaku kekerasan yang belakangan merajalela. Menurutnya tindakan represif harus dilakukan agar menjadi pembelajaran bagi semua pihak. 

"Ketiga, kita sempurnakan konstitusi kita, kita perkuat UU kita, kita perkuat aturan kita agar semua menjadi waspada dan mengantisipasi. Karena itu kita meminta kepada seluruh jajaran legislatif dan eksekutif untuk bahu membahu menyempurnakan aturan secepatnya dan sebaik-baiknya," tukas Gus Muhaimin. 

Sementara itu, Koordinator Gerakan Peduli Anak dan Perempuan Nihayatul Wafiroh mengurai alasan kegiatan tersebut digelar. Menurutnya, gerakan anti kekerasan pada perempuan dan anak penting dilakukan lantaran kasus tersebut semakin meningkat seiring waktu. 

"Mengapa gerakan ini penting? Karena selama ini kita lihat bahwa kekerasan pada anak dan Bu perempuan tidak semakin turun tapi justru jumlahnya semakin meningkat," kata perempuan yang akrab disapa Ninik. 

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu menyatakan, perempuan dan anak tidak hanya mengalami kekerasan di lingkungan umum tapi juga di dalam keluarganya. 

"Oleh sebab itu Gus Muhaimin melakukan gerakan inisiasi untuk peduli perempuan dan anak. Kita harus saling gandeng tangan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan pada perempuan dan anak karena negara ini tidak bisa berjalan dengan baik bila perempuan dan anak tidak mendapatkan perlindungan," tukas Ninik.

Tags : Gus Muhaimin , Anak , Perempuan , Petisi , Surabaya