Warga Yaman Kenakan Batik Korpri PNS di Mekah, Warganet Heboh

| Rabu, 07/08/2019 08:19 WIB
Warga Yaman Kenakan Batik Korpri PNS di Mekah, Warganet Heboh Budi Syahbudin (kiri) berswafoto dengan Bandar, warga Yaman yang mengenakan batik Korpri ASN di Mekkah (foto FB Budi Syahbudin)

MAKKAH, RADARBANGSA.COM - Batik merupakan salah satu warisan budaya asli Indonesia. Ragam corak dan model pun berkembang seiring kemajuan zaman hingga batik dapat diterima oleh siapapun, kalangan apapun, dan bahkan hingga mancanegara.

Di Indonesia, batik tak hanya dikenakan saat hari atau momen tertentu. Sebagian kalangan kini kerap menjadikannya sebagai identitas dan simbol kelompok atau organisasi yang wajib dikenakan oleh seluruh anggotanya, misal batik Korpri Aparatur Sipil Negara (ASN).

Batik Korpri ini adalah kodifikasi logo ASN karya pelukis Aming Suyitno tahun 1973. Kala itu Aming memenangi sayembara logo PNS (sebelum ganti nama menjadi ASN) yang digelar Departemen Dalam Negeri.

Aming berhasil memenangi sayembara dan mengalahkan pelukis ternama lainnya, yaitu Mujitha, Suharto PR, dan lainnya. Sejak saat itu, seluruh anggota Korpri ASN wajib mengenakan batik bermotif logo dan didominasi warna biru hitam (ada pula yang hitam putih) tersebut.

Namun apa jadinya jika batik yang telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Non Bendawi oleh UNESCO ini dikenakan oleh orang luar negeri? Notabene mereka bukan anggota Korpri ASN.

Inilah yang dialami Bandar, seorang warga Yaman. Budi Syahbudin dalam postingan Facebook pribadinya mengabadikan momen pertemuannya dengan Bandar saat akan melakukan ibadah haji di Mekah.

Budi mengaku kaget melihat batik Korpri ASN dikenakan oleh jemaah di Mekah, lazimnya batik ini dikenakan saat momen upacara bendera Merah Putih atau kedinasan lainnya, tapi justru dikenakan di Mekah.

“Aku menemukan Bandar, saat keluar membeli ihram dari sebuah toko. Aku fikir dia PNS dari Indonesia yang bertugas di Mekah. Ternyata dia orang Yaman, yang pernah jalan-jalan ke Raden Saleh di Jakarta,” tulis Budi, Rabu 7 Agustus 2019.

Budi lantas berbincang sejenak dengan Bandar. Dia juga sempat berswafoto dengannya sebelum akhirnya diupload di media sosial Facebook.

Di mata Budi, Bandar mungkin tidak tahu jika batik tersebut adalah sebuah seragam. Dia menganggap seragam tersebut adalah batik biasa dan menyukai motifnya.

“Kenapa dia pakai batik yang biasa dipakai PNS??? Mungkin dia tak tahu itu. Dia pake baju itu, hanya karena suka aja pake batik. Jadi, pakelah ploduk ploduk Indonesia,” tutup Budi.

Sejak foto ini diunggah, ratusan netizen telah menyukainya. Ratusan lainnya ikut nimbrung memberi komentar heboh dan beragam. Tak jarang diantara mereka salut dan bangga warisan budaya asli Indonesia juga dicintai warga mancanegara, salah satunya Bandar.

“Dia blm tau batik NU lbh keren kang,...bilngin kang dia....ihihihi,” tulis Wahidullah Jepara.

“Kalau pernah ke Raden Saleh..harusnya beli batik danarhadi kang...hehe,” timpal Fitrah Batara.

”Gokil abis haha,” kata Ana Aniyatul Farihah.

Tags : Batik , Mekkah , Yaman