KADIN: Lambatnya Penyaluran Stimulus Bisa Sebabkan Kontraksi di Kuartal II

| Kamis, 02/07/2020 16:03 WIB
KADIN: Lambatnya Penyaluran Stimulus Bisa Sebabkan Kontraksi di Kuartal II Sektor UMKM (Doc: Bisnis)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Rosan P. Roslani mengatakan perlambatan penyaluran stimulus oleh pemerintah dapat menyebabkan kontraksi pertumbuhan ekonomi antara -4% sampai -6% di kuartal II  2020.

“Penyerapan diberbagai bidang, seperti kesehatan baru 1.54%, perlindungan sosial di 28.63%, insentif usaha 6.8%, UMKM 0.06%, korporasi 0% dan sektoral pada 3.65%, ini akan membuat tekanan terhadap pemulihan kesehatan, jejaring pengamanan sosial dan perekonomian menjadi lebih berat,” jelasnya seperti dikutip dari keterangan resmi KADIN, Kamis 2 Juli 2020.

Rosan mengatakan lemahnya implementasi stimulus tersebut akan membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III kembali kontraksi di level pertumbuhan negatif sehingga secara teknikal Indonesia masuk dalam fase resesi ekonomi.

Sementara itu, dari sisi investasi, penurunan realisasi penanaman modal asing diperkirakan lebih menurun (dibandingkan -9.2% di kuartal I) di kuartal II, 2020. Sedangkan momentum kenaikan realisasi investasi dalam negeri belum bisa diharapkan mengingat rendahnya pertumbuhan kredit (2.68% per Mei 2020). 

Selain faktor di atas, pengalokasian ulang beberapa item (termasuk investasi jangka panjang) dari postur anggaran untuk kepentingan pemulihan ekonomi di kuartal II dan masih belum terjadinya penggelontoran untuk pemulihan ekonomi secara optimal diperkirakan akan memperkuat antisipasi kami terkait terjadinya kontraksi ekonomi sekitar -4% sampai -6% di kuartal II, 2020.

“Hemat kami, apabila tidak terjadi peningkatan ketepatan, kecepatan, dan keterpaduan dalam kebijakan pemulihan ekonomi, bisa dipastikan kontraksi ekonomi di kuartal III 2020 akan terjadi lagi,” jelasnya.


Tags : Stimulus , Kontraksi , Triwulan II