PMI Manufaktur Indonesia Bertahan di Level Ekspansif

RADARBANGSA.COM – Aktivitas industri manufaktur di tanah air menunjukkan kinerja yang gemilang pada bulan terakhir tahun 2020. Meskipun masih di tengah tekanan berat akibat pandemi Covid-19, geliat industri manufaktur di dalam negeri terus berupaya bangkit menembus fase ekspansif.
Kementerian Perindustrian mencatat PMI Manufaktur Indonesia berada di level 51,3 pada Bulan Desember atau naik 0,8 poin dari bulan sebelumnya yang di posisi 50,6.
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan jika peningkatan ini terjadi akibat meningkatnya permintaan. Kenaikan ini diklaim merupakan tercepat kedua dalam sejarah survei selama hampir sepuluh tahun.
“Ini capaian yang luar biasa, saya berterima kasih kepada para pelaku industri yang tetap berusaha semaksimal mungkin mengoptimalkan sumber daya yang ada di tengah keterbatasan yang ada,” kata Menperin Agus di Jakarta, Senin 4 Januari 2020.
Sementara itu Direktur Ekonomi IHS Markit, Andrew Harker mengatakan jika perusahaan Indonesia secara umum memiliki catatan akhir yang positif pada tahun 2020. Ia menyebut data terbaru dari PMI menunjukkan kenaikan yang signifikan dalam kurun dua bulan berturut-turut. Data tersebut juga menunjukkan peningkatan sedang pada kondisi bisnis, dan paling tinggi selama sepuluh bulan.
“Jalan masih panjang mengingat gangguan parah yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, tetapi produsen setidaknya yakin dengan prospek tahun 2021,” ungkap Andrew.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
-
Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kematian Diplomat Muda Kemenlu
-
Menko PM Cak Imin Nyatakan 100 Sekolah Rakyat Beroperasi Penuh Awal Agustus
-
KDM Tegaskan RS Welas Asih Milik Pemprov Jabar, Dibiayai APBD
-
Harga Emas Antam 9 Juli Turun Rp12.000 per Gram
-
Menaker Yassierli: Dibutuhkan Gerakan Kolektif Hapus Praktik Pencaloan Rekrutmen Tenaga Kerja