Pengetatan Moneter Picu Pelemahan Nilai Rupiah

| Kamis, 23/06/2022 11:40 WIB
Pengetatan Moneter Picu Pelemahan Nilai Rupiah Karyawan Bank Tunjukkan Uang Pecahan Rupiah Rp50.000 dan Rp100.000 (Foto: Istimewa)

RADARBANGSA.COM - Kurs rupiah siang hari ini menguat sangat tipis terhadap dolar AS.

Sentimen kenaikan suku bungan The Federal Reserve akan mengiis nilai rupiah terhadap mata uang asing. Disusul langkah lambat Bank Indonesia (BI) dalam melakukan kenaikan suku bunga bank.

Dalam pertemuan dengan perwakilan Bank di Dunia, Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan suku bungan akan menjadi opsi terakhir BI untuk menstabilkan inflasi.

“Kami melihat tidak perlu terburu-buru untuk naikkan suku bunga acuan. Kami akan menjaga suku bunga acuan di level 3,5% dalam beberapa waktu sampai akhirnya momentum peningkatan,” tegas Gubernur BI Perry Warjiyo di hadapan Bank Dunia dalam pertemuan secara daring, Rabu 22 Juni 2022.

Mengutip data Bloomberg, Kamis pukul 11.20 WIB, kurs rupiah tengah diperdagangkan pada level Rp14.832 per dolar AS. Posisi tersebut menguat tipis 0,20% apabila dibandingkan dengan posisi penutupan pasar di level Rp14.862 per dolar AS.

Jika terhadap Dolar Australia, Kurs Rupiah terpantau melemah 0,09% ke posisi Rp10.241 per Dolar Australia.

Rupiah juga melemah 0,38% terhadap poundsterling inggris menjadi Rp18.194 per Pound.

Di Asia, rupiah terpantau menguat terhadap mata uang yuan china. Siang hari ini rupiah menguat 0,32% ke posisi Rp2.210 per yuan.

Hal yang sama terjadi kepada Yen Jepang, Rupiah menguat 0,41% ke posisi Rp109.5700 per yen.

 

Tags : Kurs Rupiah , Dolar