Kangen Gus Dur, Daniel Johan: Pembela Kaum Minoritas!

| Senin, 17/12/2018 06:01 WIB
Kangen Gus Dur, Daniel Johan: Pembela Kaum Minoritas! KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Wasekjen Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mengaku bahwa dirinya kangen dengan sosok Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia menyebut bahwa Gus Dur merupakan `Bapak` masyarakat Tionghoa.

"Gus Dur mengangkat kembali harkat dan martabat orang Tionghoa. Bukan hanya etnis Tionghoa saja, namun etnis-etnis lainnya yang tertindas juga selalu dibela oleh Gus Dur. Jadi tidak heran Gus Dur diangkat sebagai `Bapaknya orang Tionghoa`," kata Daniel seperti dikutip dari detik.com, Senin, 17 Desember 2018.

Pada Senin, 17 Desember 2018 siang, PKB akan memperingati haul Gus Dur ke-9. Acara tersebut digelar di Balai Sarbini, Jakarta Pusat.

Daniel menyebut ta habis pikir dan salut dengan sikap Gus Dur yang disebutnya kerap membela kaum minoritas. Dia menceritakan bagaimana dahulu kaum Tionghoa banyak mendapat pembatasan.

"Bayangkan seorang Kiai yang juga Ketua Umum Nahdlatul Ulama yang diangkat sebagai Bapak Tionghoa. Itu karena saking cintanya kami kepada Gus Dur. Dahulu akar budaya Tionghoa dicabut, pengguanaan bahasa tidak boleh, sekolah-sekolah dibatasi. Hak-hak politik, hak-hak sosial, hak-hak budaya diberangus. Seakan-akan Tionghoa itu diperlakukan seperti warga kelas dua. Dan itu buat kita tragis," ujar Daniel yang juga keturunan Tionghoa tersebut.

Bagi dia, Gus Dur adalah Guru Bangsa yang dapat menjadi teladan bagi semua orang. Dari seluruh pemikiran dan kerja-kerja Gus Dur, jika diperas menjadi satu kata, intisari dari sosok Gus Dur mengajarkan bangsa ini tentang mengangkat harkat dan martabat kemanusiaan di tempat yang tinggi. Gus Dur sangat mencintai kemanusiaan.

Selain itu, lanjutnya, Gus Dur merupakan sosok yang amat humanis dan nasionalis yang begitu mencintai rakyatnya tanpa membeda-bedakan agama, suku, dan latar belakangnya. Gus Dur, ucapnya, membuat keislaman menjadi begitu indah dan dicintai, bahkan oleh umat lain.

Bahkan, lanjutnya, sifat humanis dan nasionalis inilah yang menurut dia dwariskan Gus Dur ke PKB. Daniel menuturkan, PKB penting menjadi besar untuk mewujudkan nasionalisme dan kemanusiaan yang berkeadilan sosial.

Daniel juga menyampaikan bahwa dirinya dan PKB ingin terus memperjuangkan semangat Gus Dur. Kepada pemerintah Indonesia, dia mengatakan PKB terus mengajukan agar Gus Dur dinobatkan sebagai Pahlawan.

Harapan PKB tahun depan Gus Dur benar-benar dianugerahkan sebagai Pahlawan Nasional. Daniel kembali menegaskan bahwa dirinya sangat `kangen` dengan sosok Gus Dur.

"Dan di saat situasi kebangsaan Indonesia saat ini penuh dengan kekisruhan. Saya merasa sangat rindu dengan Gus Dur, dengan rangkulan humanismenya dan rasa humornya," tutup Daniel.

Tags : Haul Gus Dur , Gus Dur , Daniel Johan , Tionghoa