Surau, Sekolah dan Pasar, Tiga Modal Pembangunan Sumbar Menurut JK

| Selasa, 03/09/2019 22:01 WIB
Surau, Sekolah dan Pasar, Tiga Modal Pembangunan Sumbar Menurut JK Wakil Presiden RI Jusuf Kalla bersilaturahmi dengan masyarakat Sumatera Barat di BallRoom Hotel Grand Inna, Padang. (Dok Kominfo)

PADANG, RADARBANGSA.COM - Membangun suatu daerah haruslah mempertimbangkan kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Karakteristiknya berbeda-beda satu daerah dengan daerah lain. Seperti di Sumatera Barat, surau, sekolah dan pasar adalah tiga hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Minang. Ketiga hal tersebut merupakan modalitas utama pembangunan masyarakat Sumatera Barat.

“Jadi artinya kita sendiri harus menjaga perasaan masing-masing, untuk menjaga keharmonisan bangsa ini. Disamping juga kita harus mengetahui masalah yang timbul di daerah ini dan di daerah-daerah yang lain,” kata Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla (JK) saat bersilaturahmi dengan pimpinan daerah dan masyarakat Sumatera Barat di Ballroom Hotel Grand Inna, Padang, Senin, 2 September 2019 malam.

JK menjelaskan, untuk mengembangkan produktivitas daerah, haruslah memanfaatkan kemampuan, karakteristik dan modal yang dimiliki masing-masing daerah.

“Masyarakat Minang selalu identik dengan surau, sekolah dan pasar. Surau sebagai tempat untuk mengaji merepresentasikan alim ulama, sekolah melambangkan peran pemikiran para cendekiawan, serta pasar melambangkan semangat entrepreneurship yang dimiliki para pengusaha,” terangnya.

Baca Juga: JK Minta Politikus Indonesia Belajar dari Buya Hamka agar Halus Bahasanya

Ketiganya merupakan modal utama masyarakat Minang yang sepatutnya tidak dilupakan sebagai basis dalam pembangunan daerah. “Modal kita di sini setidaknya tiga: surau, sekolah dan pasar,” ujarnya.

Di masa sekarang ini, terang JK, kemajuan teknologi telah memberi dampak perubahan dalam berbagai pola kehidupan, baik itu pola produksi maupun pola konsumsi, bahkan pola berkomunikasi. Dengan adanya perubahan itu, lanjutnya, kita harus siap menyesuaikan diri sistem pendidikan dan pemerintahan.

“Perubahan ini juga mempengaruhi dalam cara pemerintah memajukan bangsa juga berubah,” tuturnya.

Dengan memperhatikan perkembangan dan modal yang dimiliki, perlu dipikirkan cara memproduksi yang lebih baik, yang lebih efisien. Segala modal yang dimiliki suatu daerah harus bisa memberikan nilai tambah sehingga bisa meningkat pendapatan masyarakat. Untuk mewujudkan hal itu, pendidikan memegang peranan penting.

”Sejengkal tanah harus bisa menghasilkan dengan lebih baik. Itulah wujud dari kemakmuran. Hal itu hanya bisa dipenuhi dengan sistem pendidikan yang lebih baik,” ucap JK.

JK yang merupakan `Urang Sumando` di Ranah Minang itu mengharapkan peran serta sektor bisnis bisa lebih aktif dalam menggerakkan roda perekonomian. “Kalau ingin suatu daerah lebih baik, peran pengusaha harus lebih besar,” jelasnya.

Oleh karena itu, Wapres mengharapkan pemerintah daerah dapat lebih jeli melihat potensi daerahnya serta yang lebih penting adalah mengembangkan sumber daya manusianya dalam hal penerapan ilmu dan pengetahuan. “Bukan ototnya yang besar tapi otaknya yang hebat,” pungkasnya.

Tags : Wapres RI , Jusuf Kalla , Minangkabau , Modal Pembangunan

Berita Terkait