Gus Muhaimin Gaungkan Islam Untuk Kemanusiaan di Inggris

| Selasa, 17/09/2019 13:13 WIB
Gus Muhaimin Gaungkan Islam Untuk Kemanusiaan di Inggris Gus Muhaimin berbagi cindera mata dengan petinggi parlemen UK (foto IG @cakiminow)

LONDON, RADARBANGSA.COM - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus Muhaimin bertandang ke markas Policy Exchange, lembaga think tank Inggris yang berada di Kota London pada Senin 16 September 2019.

Gus Muhaimin melakukan pembicaraan tertutup dengan para pembuat kebijakan utama dalam Pemerintahan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, di antaranya Direktur Policy Exchange, Dean Godson, pimpinan lembaga serta sejumlah anggota parlemen Inggris.

Dalam kesempatan ini, Gus Muhaimin mengeksplorasi peningkatan kerja sama di berbagai bidang antara Republik Indonesia dan Kerajaan Inggris, seperti hubungan diplomatik bilateral, perdagangan, keamanan dan geopolitik, hingga keislaman.

Pertemuan itu difasilitasi oleh “Bayt Ar Rahmah”, sebuah organisasi dakwah Islam yang didirikan oleh KH. A. Mustofa Bisri di North Carolina, Amerika Serikat, pada tahun 2014 yang lalu.

Selain itu, pertemuan ini adalah salah satu buah dari bergabungnya PKB dengan jaringan politik terbesar di dunia, Centrist Democrat International (IDC - CDI), yang gugus afiliasinya di Eropa adalah European People’s Party (Partai Rakyat Eropa) pada 27 November 2018.

Komite Eksekutif IDC - CDI dengan suara bulat mengadopsi resolusi yang diajukan oleh PKB, yang mendukung agenda “Islam Untuk Kemanusiaan” dan misinya untuk mendorong “munculnya peradaban global yang ditegakkan di atas dasar penghargaan terhadap persamaan hak dan martabat bagi setiap manusia", pada 10 April 2019.

Keterlibatan NU dan PKB di Eropa dirancang untuk mengoperasionalkan Deklarasi Gerakan Pemuda Ansor tentang peta jalan “Islam Untuk Kemanusiaan” (Al Islam lil Insaniyyah), dengan mendorong munculnya konsensus masyarakat untuk menolak setiap upaya memperalat Islam sebagai senjata politik.

“Islam untuk Kemanusiaan ini dilakukan dengan mendorong munculnya konsensus masyarakat untuk menolak setiap upaya memperalat Islam sebagai senjata politik," kata Gus Muhaimin.

Ketua Umum PKB ini menambahkan, umat Islam harus menyatu secara harmonis dengan masyarakat dunia. “Untuk itu, diperlukan rekontekstualisasi pandangan-pandangan keagamaan yang menghalangi integrasi dan transformasi mindset umat Islam untuk mendapatkan pandangan baru yang mendorong integrasi dan perdamaian,” imbuh dia.

Langkah Gus Muhaimin ini lantas mendapat apresiasi dari banyak kalangan, tak terkecuali dari petinggi parlemen di Inggris.

"Sungguh membesarkan hati bahwa ada seorang pemimpin Muslim, Yang Mulia Bapak Muhaimin Iskandar, yang mengingatkan kita di sini, di Inggris, tentang ‘Islam Untuk Kemanusiaan’ yang selama ini merupakan wajah Islam yang kita hidupi bersama, tetapi sekarang berada di bawah ancaman dari kelompok-kelompok Islam transnasional yang berusaha merusak keharmonisan masyarakat kita," kata seorang tokoh Muslim terkemuka yang bekerja dalam pemerintahan Inggris.

Setelah pertemuan di Policy Exchange tersebut, Bayt Ar Rahmah akan membawa pesan Gus Muhaimin ke sebuah pertemuan tertutup berikutnya di 10 Downing Streetbersama pembantu-pembantu terdekat Perdana Menteri Boris Johnson, sementara Gus Muhaimin melanjutkan safari dengan mengikuti kegiatan di tempat lain.

Tags : Gus Muhaimin , PKB , Policy Exchange