Inilah Faktor Penyebab Tingginya Angka Kematian Virus Corona di Indonesia

| Sabtu, 28/03/2020 12:56 WIB
Inilah Faktor Penyebab Tingginya Angka Kematian Virus Corona di Indonesia Bintik-bintik merah adalah Covid-19. Foto hasil scan mikroskop elektron yang telah diwarnai oleh NIAID

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Angka kematian akibat virus corona (COVID-19) di Indonesia semakin meningkat. Menurut laporan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, jumlah kematian sudah mencapai 87 orang.

Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), mengatakan angka kematian akibat virus corona berkisar 8%. Ini terjadi salah satunya karena faktor usia.

"Terus terang, angka kematian fatality rate untuk kasus COVID-19 di Indonesia ini masuk yang tinggi, mencapai 8%. Kalau dilihat di jurnal, menyebutkan bahwa memang faktor umur," ungkapnya saat konferensi pers daring FKUI Peduli COVID-19, Jumat, 27 Maret 2020.

Menurutnya, semakin tua usia seseorang maka semakin tinggi pula resiko mengalami kematian.

"Oleh karena itu saya ingatkan sekali lagi, untuk orang tua yang di atas 60 tahun harus benar-benar stay at home. merekalah yang berisiko kalau terinfeksi bisa berujung pada kematian,`` kata Prof Ari.

Faktor selanjutnya adalah pasien dengan kondisi penyerta. Beberapa penyakit kronis penyerta yang jadi perhatian adalah diabetes dan kelainan pada fungsi paru.

“Faktor penyakit penyerta terutama kencing manis. Pada spesial kasus, pasien dengan penyakit paru kronis, jadi yang memang sudah ada kelainan pada paru, atau fungsi parunya tidak baik, ini menjadi risiko tinggi mengalami kematian apabila terinfeksi,`` sambungnya.

Selain itu, menurutnya, data terkini terkait kondisi rumah sakit rujukan pasien Covid-19 mengalami kelebihan kapasitas dan keterbatasan alat kesehatan ventilator yang dibutuhkan pasien dengan gagal napas.

Penanganan pasien dengan kondisi paru yang terinfeksi tidak memungkinkan dilakukan apabila tidak menggunakan ventilator (alat bantu napas).

``Di sinilah, kita harus menjaga ketersediaan ventilator kita cukup, harus meningkatkan ketersediaan ventilator di saat sekarang. Sesuatu yang krusial kalau pasien terjadi gagal napas,`` kata dia.

Selain diabetes dan kelainan fungsi paru, Ari juga memaparkan bahwa pasien Covid-19 dengan fungsi ginjal yang bermasalah juga berisiko mengalami kematian apabila tidak mendapat alat bantu cuci darah setiap saat.

Tags : Corona , Indonesia , Achmad Yurianto