Legislator Usul Tiap Siswa Peroleh Gadget dan Kuota Internet

| Jum'at, 24/07/2020 18:21 WIB
Legislator Usul Tiap Siswa Peroleh Gadget dan Kuota Internet Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jateng, Yudi Indras Wiendarto (foto istimewa)

SEMARANG, RADARBANGSA.COM - Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto mengusulkan kebijakan penggunaan anggaran dalam pendidikan di masa pandemi di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan diubah dan dialokasikan untuk membeli gadget dan paket internet bagi siswa.

Yudi mengatakan keluhan itu disampaikan oleh siswa maupun orang tua siswa, saat ia melakukan kunjungan ke daerah. Ada keluarga yang memang tidak punya gadget, ada yang punya namun tak memadai dengan jumlah anak, ada yang memiliki gadget namun tak punya kuota internet.

“Di masa pandemi ini, gadget itu jadi sarpras pendidikan. Maka, melihat kondisi itu mesti ada terobosan. Kalau memang dibutuhkan, siswa diberikan gadget untuk sarana belajar dari rumah. Dana dari mana? Kalau itu masuk sarpras pendidikan mestinya bisa dari BOS,” kata Yudi dalam acara diskusi bertemakan Lindungi Anak Sehat, Cerdas dan Kreatif di tengah Pandemi Covid 19 di Hotel Horison In Alaska Kota Semarang, Jumat, 24 Juli 2020.

Hadir satu pembicara lainnya adalah Kepala Dinas Perempuan dan Anak Jateng, Retno Sudewi.

Apakah dana BOS itu mencukupi untuk pengadaan gadget siswa? Dalam indeks dana BOS per siswa tahun 2020, Rp 900.000 per siswa/Sd, Rp 1.100.000 per siswa SMP/MTs, Rp 1.500.000 per siswa SMA dan Rp 1.600.000 per siswa SMK. Dalam hal ini, Pemprov Jateng memiliki kewenangan dalam pengelolaan pendidikan di jenjang SMA sederajat. Selain dana itu, masih ada dana BOS daerah. Alokasinya pun cukup besar.

“Artinya, mencukupi. Misalnya, jika sebelumnya seragam sekolah ditanggung pemerintah maka saat ini bisa saja dialihkan dulu untuk sarpras tadi (gadget). Program-program lain yang dirasa bisa dialihkan, seperti boardingschool dan pengadaan komputer bisa dialihkan dulu,” ujar Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jateng ini.

Sementara itu untuk kuota internet, juga diberikan pemerintah. Agar, penggunaanya tepat sasaran maka gadget tersebut sudah diseting hanya untuk digunakan dalam pembelajaran. Jadi, gadget tak bisa digunakan untuk game online. Browsing pun hanya dibatasi web tertentu saja.

Langkah ini jelas akan meringankan beban orang tua. Apalagi orang tua yang terkena imbas langsung dari Covid 19 dari sisi ekonomi. “Sudah orang tua susah cari pendapatan, eh anak minta kuota internet untuk belajar. Bisa jadi tambah pusing,” tuturnya.

Meski demikian, Yudi tetap meminta orang tua ikut aktif dalam pendidikan anak. Terutama berkaitan dengan pendidikan karakter anak. Dengan banyak membaca buku atau artikel di internet, katanya, anak akan semakin cerdas. Tapi dia khawatir dari sisi sosial dan emosional.

Sementara itu, Kepala Dinas Perempuan dan Anak Jateng, Retno Sudewi mengatakan tingkat kekerasan pada perempuan di masa pandemi ini meningkat. Hal itu dikhawatirkan mengingat perempuan yang juga berperan sebagai ibu ini berperan penting dalam pendidikan anak secara daring.

Imbauan dan konseling pada masyarakat terus dilakukan. Apalagi sisi pencegahan Covid 19 melalui pemakaian masker dan rajin cuci tangan. “Anak-anak ini sudah mulai bosan di rumah dan 80% ingin kembali ke sekolah. Agar tak bosan, kami mengadakan webinar, workshop, fotografi, penulisan dan kita lombakan,” jelas Retno.

Tags : Covid19 , Gerindra , Gadget , Internet