Sah! KH. Miftachul Akhyar Kembali Jabat Rais Aam PBNU Periode 2021-2026

| Jum'at, 24/12/2021 00:46 WIB
Sah! KH. Miftachul Akhyar Kembali Jabat Rais Aam PBNU Periode 2021-2026 Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar (foto: radarbangsa)

RADARBANGSA.COM - Sembilan kiai sepuh Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Ahlil Halli Wal Aqdi (AHWA) sepakat memilih KH. Miftahul Akhyar menjadi rais aam PBNU periode 2021-2026 melalui Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung, Kamis, 23 Desember 2021 malam.

Keputusan tersebut dibacakan oleh salah satu anggota Ahwa, KH. Zainal Abidin di depan muktamirin di Gedung Serba Guna Universitas Lampung.

“Alhamdulillah Ahwa sepakat dengan musyawarah yang penuh kesantuan itu bahwa yang menjadi rois aam PBNU 2021-2026 almukarrom KH Miftachul Akhyar. Setelah selesai semua membaca alfatihah sebagai tanda syukur atas terpilihnya rois aam,” kata Kiai Zainal.

Menurut Kiai Zainal, rapat tim Ahwa dipimpim oleh KH. Ma’ruf Amin dan berlangsung dalam suasana yang penuh keakraban, keadaban, sopan santun, dan akhlak yang sangat baik.

“Suasana sangat akrab sekali penuh dengan kekeluargaan, bahkan dengan keadaban, sopan santun, dan akhlak yang ditunjukkan kiai-kiai kita benar-benar teladan bagi semua,” tutur Kiai Zainal.

Sebelum menentukan pilihan kepada Kiai Migtahul, imbuh Kiai Zainal, pimpinan rapat meminta pandangan seluruh Tim Ahwa siapa yang berhak menjadi rois aam PBNU tahun 2021-2026. Menurutnya tidak ada satu kiaipun yang mau berpendapat, semua berkata yang lebih tua lebib layak dan pantas.

“Diserahkan kepada KH Ahmad Mustafa Bisri, beliau berkata ada Kiai Dimyati (KH. Dimyati Rois Kendal) yang lebib senior. Akhirnya diserahkan kepada yang paling muda untuk berpendapat, saya bilang saya tidak bisa berpendapat kalau yang lebih tua tidak berpendapat,” ungkap Kiai Zainal.

Dari dialog kesantunan, keadabam dan penuh akhlak itulah, Kiai Zainal menambahkan, lalu ada satu peserta yang ditunjuk oleh pimpinan anggota Ahwa itu diminta untuk berpendapat sesuai dengan aspirasi yang dikehendaki oleh para muktamirin.

“Maka kami semua sepakat, para sesepuh kiai sepakat dan tidak ada perbedaan pendapat, kami bulat sepakat menunjuk kepada KH Miftachul Akhyar,” ujar Kiai Zainal.

Selain itu, papar Kiai Zainal, ada salah satu  Tim Ahwa yang mengusulkan rais aam PBNU terpilih untuk tidak rangkap jabatan. Dia ingin rais aam fokus dalam pembinaan dan pengembangan jamiyah NU ke depan.

“Dan ini juga disambut oleh KH. Miftachul Alhyar dengan sami’na wa atho’na (saya dengarkan dan taati permintaan para Kiai),” ujar Kiai Zainal.

Tags : Muktamar NU