Jika Bergejala COVID-19 Usai Liburan, Pemerintah Minta Segera Isoman

| Rabu, 02/03/2022 19:07 WIB
Jika Bergejala COVID-19 Usai Liburan, Pemerintah Minta Segera Isoman Varian baru COVID-19, Omicron. (Foto: Kemenkes RI)

RADARBANGSA.COM - Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menyebutkan libur panjang yang terjadi pada Akhir Februari dan awal Maret 2022 berpotensi memicu kenaikan kasus COVID-19.

“Libur panjang selalu menjadi potensi terjadi peningkatan kasus, tetapi peningkatan kasus ini bisa kita tanggulangi dengan baik sehingga tidak menyebabkan sesuatu yang lebih parah, ini masih dalam batas yang bisa kita atasi bersama,” kata Nadia dilansir kemkes, Rabu 2 Maret 2022.

Guna mengantisipasi kenaikan kasus, lanjut Nadia, Pemerintah telah melakukan persiapan mulai dari penyediaan ruang perawatan COVID-19 di RS, obat-obatan dan oksigen medis, meningkatkan kualitas layanan kesehatan di fasyankes serta mempercepat vaksinasi dosis lengkap dan booster bagi masyarakat berusia diatas 18 tahun.

"Tak hanya itu, Kemenkes juga memperkuat testing dan tracing yang dilanjutkan dengan treatmen adalah bagian penting dari penemuan kasus secara cepat agar tidak menjadi sumber penularan di tengah masyarakat," ungkapnya.

Menurut Nadia, varian Omicron jauh lebih mudah dan cepat menyebar dibandingkan varian yang sebelumnya. Ia meminta kepada masyarakat yang positif diimbau segera melakukan isolasi mandiri.

“Saat ini kita berharap walaupun kemarin sempat long weekend dan mungkin terjadi kenaikan kasus, jika ada gejala dan kontak erat, masyarakat diimbau segera lakukan isolasi. Ini upaya untuk memutus mata rantai penularan, karena Omicron kan menular dengan sangat cepat, kalau kita tidak lakukan deteksi dini kasus akan terus melonjak. Karenanya antisipasi masyarakat sangat penting,” terangnya.

Tags : Virus Corona , Covid19 , Omicron