Ketekunan Politisi `Injak Bumi`, Azhar Antar PKB Sulsel Raih Prestasi

| Kamis, 06/06/2019 10:30 WIB
Ketekunan Politisi `Injak Bumi`, Azhar Antar PKB Sulsel Raih Prestasi Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad (dok DPW PKB Sulsel)

Oleh: Ismail Mangngaga

Profil Ketua PKB Sulsel bagian 2

RADARBANGSA.COM - Rangkaian Pemilihan legislatif tahun 2019 mampu membuat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulsel `terbang tinggi`. Betapa tidak, partai ini berhasil `pecah telur` untuk DPR RI, kursi di DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berlipat serta perolehan akumulasi suara partai yang meningkat signifikan. Hal ini tak terlepas dari konsolidasi dan kinerja `mesin politik` PKB.

Sebagai ketua PKB Sulsel, Azhar Arsyad dianggap memiliki andil dan peran sentral dalam membesarkan partai besutan Cak Imin tersebut. Azhar sendiri mulai meramaikan pemberitaan media massa di di Sulsel, saat menjadi ketua PKB Sulsel medio 2013 lalu.

PKB Sulsel yang sempat bergejolak menunjuk Azhar. Ia merupakan pilihan tepat menakhodai partai yang bentukan Nahdlatul Ulama (NU) tersebut, selain sebagai kader `24 karat` di NU, Azhar merupakan tokoh penting dan berpengalaman di organisasi kepemudaan hingga keagamaan dan NGO.

`Kak Azhar` begitu biasa ia disapa, lahir di Makassar 1 September 1967, Azhar merupakan putera (alm) H Arsjad Ibrahim yang pernah menjadi Kepala Departemen Agama Kabupaten Pinrang, ibunya (alm) Hj Arsani merupakan seorang pengajar di Pare-pare. Sebagai sulung dari sembilan bersaudara, ia menjadi kakak tertua dan juga terlihat paling menonjol, setidaknya dari sisi intelektual maupun dari sisi sosialnya.

Kini, Azhar boleh dibilang tokoh yang teramat penting di kalangan politisi di Sulsel, namun siapa sangka, sebelumnya ia pernah merasakan pahit getirnya hidup, berjuang untuk memenuhi kebutuhan dengan rupa-rupa pekerjaan ia jalani.

Lalu, tak kurang 20 tahun, Azhar bergelut di dunia LSM, itulah kira-kira gambaran dirinya. Sempat aktif di Lembaga Kajian Pengembangan Masyarakat dan Pesantren (LKPMP) sejak tahun 1998-2003, kemudian diangkat menjadi Ketua FIK Ornop Sulsel di tahun 2003-2006, pada tahun yang sama pula ia menjadi Wakil Ketua Dewan Etik Asosiasi LSM se-Sulsel. Berturut-turut sebagai Ketua GP Ansor Sulsel dan Sekretaris Jenderal PB DDI, organisasi yang didirikan Abdurrahman Ambo Dalle.

Azhar dinilai cukup berhasil menakhodai PKB selama enam tahun terakhir, yakni mengantar dua orang di Parlemen RI, delapan orang di DPRD Suksel, juga sebanyak 51 anggota PKB di Kabupaten/Kota di Sulsel yang lolos ke DPRD setempat.

Dikalangan elite Parpol di Sulsel, Azhar dikenal sebagai politisi yang tetap menginjak bumi. Azhar dianggap mudah bergaul dan membuka diri dengan seluruh kalangan. Ia menjadi salah satu politisi yang cukup ramah dan komunikatif, memiliki kemampuan melebur yang luar biasa dengan siapa saja. Tak terlihat Azhar memasang wibawa atau jarak yang berlebihan dengan orang lain. Bukan hanya di pergaulan, Ia juga tidak pilih-pilih tempat beraktivitas, dimanapun ada perkumpulan saat dia diundang, Azhar selalu bersedia dan meluangkan waktu.

Dengan gayanya yang khas, Azhar bergaul dengan siapa saja. Satu hal yang patut dicontoh dari Azhar adalah sosok luwes, komunikatif, rasional dan detil dalam memandang persoalan.

Menjadi ketua PKB Sulsel, awalnya Azhar merasa kesulitan menghadapi dinamika internal dan eksternal yang berlapis. Melalui kerja keras, doa dan ketekunan, pelan-pelan PKB menata diri dan memperlihatkan performa yang baik.

PKB tak kenal lelah menata struktur partai, mulai dari penataan internal DPW, pembentukan Banom partai yang lebih kuat, manajemen DPW, termasuk melakukan `support` di DPC, dan senantiasa sosialisasi di setiap saat, memang ukurannya cukup sederhana tapi sangat fundamental.

Kerja keras PKB kini membuahkan hasil, Azhar percaya tidak ada yang berat jika dilakukan dengan sungguh-sungguh. 

Kemenangan PKB sendiri menjadi penting untuk mendefinisikan kembali peran-peran strategis yang akan dilaksanakan selama ini dan di masa mendatang. Tentu saja diseluruh sektor gerak. Tidak hanya dalam lapangan sosial dan politik, tapi juga ekonomi. Amanah Ketua Umum PKB tentang pentingnya membesarkan PKB di setiap daerah, menjadi `wajib` untuk dikerjakan secara serius. Kalimat diatas terlontar suatu ketika saat Azhar memimpin konsolidasi internal jelang Pemilu 2019.

"Ini bukan soal sederhana. Diperlukan ketulusan, ketekunan, kerja besar dan cerdas agar bisa mencapai itu," kata Azhar.

Dengan hasil yang luar biasa tersebut, besar harapan ditangan PKB kini. Pencapaian PKB haruslah juga digeser dari jargon-jargon simbolik semata, ke arah peran-peran strategis yang mampu diabdikan. Dengan begitu kelompok sosial lain, akan berbaris rapi bersama PKB dalam memperjuangkan kepentingan rakyat, daerah, dan negara. Semoga. 

Tags : PKB Sulsel , Pemilu Legislatif