Masalah Agraria di Indonesia Bukan Terkait Iklim dan Tenaga Kerja, Tapi Tanah

| Kamis, 10/10/2019 14:49 WIB
Masalah Agraria di Indonesia Bukan Terkait Iklim dan Tenaga Kerja, Tapi Tanah menjadi Keynote Speaker dalam diskusi publik bertajuk “Reforma Agraria untuk Kedaulatan Pertanian Indonesia” di kantor DPP PKB (foto Radarbangsa/AL)

JAKARTA, RADARBANGSA.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar menilai masalah agraria di Indonesia bukan berkaitan dengan iklim, bukan pula berkaitan dengan tenaga kerja dan petani, serta sumberdaya pertaniannya.

“Tapi yang menjadi masalah adalah tanahnya. Dan tanah sejak UU Agraria 24 September 1960 belum mampu kita implementasikan dengan tepat,” katanya saat menghadiri diskusi publik bertajuk “Reforma Agraria untuk Kedaulatan Pertanian Indonesia” di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh 9, Jakarta Pusat, Kamis 10 Oktober 2019.

Pria yang sehari-hari akrab disapa Gus AMI ini mengaku selama ini berbagai model penyelesaian konflik agraria sudah dilakukan. Namun hingga saat ini masih mengalami kebuntuan.

“Kita sudah mencoba dengan berbagai model, dari pemerintahan ke pemerintahan, dari strategi yang bermacam-macam, reforma agraria mengalami kebuntuan sampai hari ini,” terang dia.

Wakil Ketua DPR RI ini mengakui penyelesaian persoalan menyangkut agraria di Indonesia bukan perkara mudah. Akan tetapi bukan berarti tidak bisa diselesaikan.

“Hal ini memang tidak mudah, tidak bisa kita laksanakan karena menyangkut kepemilikan banyak pihak yang terkait. Kekuatan pemerintah, kekuatan perundang-undangan tentu saja menjadi harapan kita,” terang dia.

Salah satu cara yang ditawarkan Gus AMI adalah menyatukan political will (kemauan politik) pemerintah dan seluruh elemen bangsa Indonesia. Apabila hal ini bisa dilakukan, Gus AMI optimis reforma agraria dapat terwujud.

“Yang kaya yang memiliki lahan yang besar, yang miskin petani gurem yang tidak memiliki lahan menjadi bagian yang utuh dan bersatu dalam melahirkan Indonesia yang mandiri, berkontribusi bagi dunia melalui kebutuhan suplai pangan,” tutup dia.

Tags : Gus Muhaimin , PKB , Reforma Agraria , Gerbang Tani